Berita  

Pedagang Rugi Gegara Banjir, Pemerintah Didesak Evaluasi Drainase Pusat Kota

Antrian kendaraan saat melintasi jalan raya yang tergenang banjir. Foto: Ist/JMN

Banjar, JurnalMediaNetwork – Hujan deras yang mengguyur Kota Banjar kembali menyingkap persoalan lama di jantung kota. Kawasan alun-alun dan sekitarnya tergenang air, mengganggu aktivitas warga, terutama para pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan harian di lokasi tersebut.

Genangan tidak hanya menutup badan jalan, tetapi juga merambat hingga mendekati bagian dalam toko. Sejumlah pedagang terlihat tergesa menyelamatkan barang dagangan, sementara lainnya memilih menutup usaha lebih awal untuk menghindari kerugian lebih besar.

Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Setiap musim hujan, kawasan yang sama kerap mengalami genangan serupa. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan yang belum terjawab: seberapa siap sistem drainase Kota Banjar menghadapi peningkatan debit air?

Baca Juga :  Sudarsono Minta Pemilihan BPD Desa Raharja Berjalan Jujur dan Transparan

Sambas, pedagang di sekitar alun-alun, mengatakan genangan sudah menjadi kejadian berulang.

“Kalau hujan deras, air pasti meluap. Kadang masuk juga ke toko. Ini bukan sekali dua kali,” ujarnya kepada jurnalmedianetwork, Jumat 27 Maret 2026.

Akibat kondisi itu, pedagang harus menanggung kerugian berulang. Barang dagangan berisiko rusak, sementara jumlah pembeli menurun karena akses yang terganggu. “Dagangan jadi basah, ada yang rusak. Pembeli juga sepi,” kata Sambas.

Keluhan serupa disampaikan Asep Dani, warga setempat. Ia menilai banjir yang terus berulang menunjukkan belum adanya penanganan yang memadai.

“Setiap hujan besar pasti banjir. Kami berharap ada tindakan nyata dari pemerintah,” ujarnya.

Menurut Asep, genangan diduga berkaitan dengan kapasitas saluran air yang tidak memadai atau adanya penyumbatan di sejumlah titik. Namun hingga kini, belum ada penjelasan rinci dari pihak terkait mengenai penyebab utama masalah tersebut.

Baca Juga :  Pengelolaan Tersendat, Sampah Kuasai Terminal Eks Pasar Wisata Pangandaran

Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase, terutama di kawasan pusat kota yang menjadi titik aktivitas ekonomi warga.

“Kalau tidak ada pembenahan yang jelas, genangan akan terus terjadi,” kata dia.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur perkotaan di tengah pola cuaca yang kian tidak menentu. Bagi warga dan pedagang, genangan bukan sekadar gangguan sementara, melainkan ancaman langsung terhadap aktivitas dan penghasilan mereka. (Andriansyah)