Pemkot Banjar Dorong Pembinaan Sepak Bola Lewat Kompetisi Usia Dini

Banjar, JurnalMediaNetwork — Pembinaan sepak bola usia dini di Kota Banjar mulai menunjukkan arah yang lebih terstruktur. Hal itu tampak dari penyelenggaraan Liga Jabar Istimewa U-10 dan U-12 oleh PSSI Kota Banjar tahun 2026 di Sport Center Banjar Patroman, yang diikuti 12 tim dari berbagai sekolah sepak bola (SSB).

Sejumlah pejabat daerah hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Wakil Wali Kota Banjar H. Supriana, Ketua Asosiasi PSSI Kota Banjar Acep Anggi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaswad, serta Kapolsek Langensari AKP Yoshua. Kehadiran mereka menjadi sinyal dukungan pemerintah dan aparat terhadap pembinaan olahraga di tingkat akar rumput.

Ketua Asosiasi PSSI Kota Banjar Acep Anggi mengatakan kompetisi ini merupakan bagian dari skema pembinaan berjenjang untuk kelompok usia dini, khususnya U-10 dan U-12.

Baca Juga :  SMKN 4 Banjar Gelar Turnamen Voli Putri, Antusiasme Pelajar Tinggi

“Ini liga tingkat kota sebagai fondasi awal pembinaan. Saat ini masing-masing kategori diikuti lima klub,” kata dia.

Turnamen tersebut memperebutkan Piala Wali Cup 2026 Kota Banjar. Selain sebagai ajang kompetisi, liga ini juga diposisikan sebagai jalur seleksi menuju level yang lebih tinggi. Tim dan pemain terbaik akan diproyeksikan mewakili kota ke tingkat regional, provinsi melalui Piala Gubernur, hingga nasional pada Piala Presiden.

Acep menilai kompetisi rutin seperti ini penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan. Ia berharap sekolah sepak bola di Banjar mampu melahirkan pemain berbakat sejak usia dini sebagai investasi jangka panjang bagi perkembangan sepak bola daerah.

Wakil Wali Kota Banjar H. Supriana menyatakan pemerintah daerah mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurut dia, kompetisi usia dini tidak hanya membangun kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter generasi muda.

Baca Juga :  Apache FC Juara Silaturahmi CUP U-40 Usai Tundukkan Asoka FC dengan Skor 1-0

“Dari sini diharapkan lahir pemain yang mampu bersaing hingga tingkat nasional,” ujarnya.

Pemerintah Kota Banjar bersama PSSI setempat optimistis liga ini dapat menjadi pijakan untuk memperkuat ekosistem pembinaan sekaligus mendorong kemajuan sepak bola daerah. (Ucup)