Berita  

Lonjakan Wisatawan Picu Sampah di Pangandaran Tembus 30 Ton per Hari

Lonjakan Wisatawan Picu Sampah di Pangandaran Tembus 30 Ton per Hari. Foto: Ilustrasi Chatpgt AI/JMN

Pangandaran, JurnalMediaNetwork — Lonjakan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, selama libur Lebaran berdampak langsung pada peningkatan volume sampah di kawasan wisata. Dalam sehari, jumlah sampah yang dihasilkan mencapai puluhan ton.

Jenis sampah yang ditinggalkan pengunjung beragam, mulai dari plastik sekali pakai, sisa makanan, hingga limbah dari konsumsi kelapa muda yang banyak dijajakan di sepanjang area pantai.

Data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pangandaran mencatat, total sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada Selasa, 24 Maret 2026, mencapai sekitar 30 ton. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan hari normal yang rata-rata berkisar 12 ton per hari.

Baca Juga :  Parkir Dipusatkan, Akses Pantai Pangandaran Dibatasi

Kepala DLHK Pangandaran, Irwansyah, mengatakan lonjakan volume sampah merupakan konsekuensi dari tingginya aktivitas wisatawan selama masa libur Lebaran.

“Selama libur, per hari volume sampah yang kami tangani dan masuk ke TPA sekitar 30 ton. Ini ada kenaikan, karena di hari biasa hanya 12 ton,” ujarnya.

Peningkatan volume tersebut membuat petugas kebersihan harus menambah intensitas pengangkutan. Jika pada hari biasa pengangkutan dilakukan dua kali sehari, selama liburan frekuensinya meningkat hingga lima kali.

“Biasanya kami mengangkut sampah dua kali sehari ke TPA. Sekarang bisa sampai lima kali pengangkutan,” kata Irwansyah.

Untuk mengantisipasi kendala di lapangan, terutama kemacetan di sejumlah titik, DLHK menerapkan strategi pengangkutan pada malam hari saat arus lalu lintas relatif lebih lengang.

Baca Juga :  Upah dan Kepastian Kerja Disorot, Pemuda Banjar Ikut Gaungkan Isu Buruh

“Beberapa titik sempat mengalami kemacetan, sehingga pengangkutan kami alihkan ke malam hari,” kata dia.

Meski volume sampah meningkat tajam, DLHK memastikan penanganan masih berjalan optimal dan tidak terjadi penumpukan berkepanjangan di kawasan wisata.

“Secara umum sampah bisa teratasi, tidak ada yang menumpuk lama,” pungkasnya. (*)