Ciamis, JurnalMediaNetwork – Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu 28 Maret 2026 petang. Peristiwa itu merusak puluhan rumah warga di sejumlah desa dan memaksa sebagian warga mengungsi.
Rekaman video amatir yang beredar memperlihatkan pusaran angin muncul di area persawahan Desa Bantardawa. Angin berputar kencang, bercampur hujan, lalu bergerak menuju permukiman sambil menyapu benda-benda di sekitarnya.
Data sementara yang diterima redaksi, sedikitnya 60 rumah terdampak di tiga desa, yakni Bantardawa, Pasirlawang, dan Sidarahayu. Kerusakan didominasi pada bagian atap yang terlepas hingga ambruk. Sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan pada bagian dinding depan.
Saat kejadian, sebagian besar penghuni rumah dilaporkan telah keluar untuk menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Selain merusak rumah, angin kencang juga menumbangkan sejumlah pohon besar. Beberapa di antaranya sempat menutup akses jalan antar-kampung. Kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kepala Desa Bantardawa, Dena Suparman, mengatakan hujan mulai turun sejak pukul 14.42 WIB disertai petir dan angin kencang.
“Rata-rata kerusakan berada di bagian atap karena tersapu angin,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu 28 Maret 2026 petang.
Ia menambahkan, banyak rumah tidak layak huni akibat atap yang rusak dan cuaca yang masih belum stabil. Warga sementara diungsikan ke tempat yang lebih aman.
Di tempat lain, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Purwadadi, Edi Priadi, menyebutkan kerusakan tersebar di beberapa desa. Data sementara mencatat 32 rumah terdampak di Desa Bantardawa, termasuk kantor desa dan lumbung padi, 15 rumah di Sidarahayu, dan 13 rumah di Purwajaya.
“Kami masih berkoordinasi untuk penanganan darurat. Lokasi terparah di Bantardawa,” tandasnya. (Ntang. SR)






