Berita  

Sambut Lebaran, Polisi di Pangandaran Gelar Lomba Ngadulag

Kepala Polres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari didampingi Wakapolres Kompol Usep Supiyan saat membuka lomba Ngadulag. Foto: Doc humas polres pangandaran/JMN

Pangandaran, JMN – Malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Pangandaran, Jumat malam, 20 Maret 2026, berlangsung dengan format berbeda. Kepolisian Resor Pangandaran menggelar Lomba Ngadulag yang dikemas sebagai parade budaya bernuansa Islami di kawasan Bundaran Marlin, depan Masjid Agung Pangandaran.

Kepala Polres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menggeser pola perayaan takbiran yang identik dengan konvoi kendaraan menjadi pertunjukan terpusat yang lebih tertib.

“Kami ingin malam takbiran tidak hanya menjadi euforia, tetapi juga momentum syiar yang dikemas secara positif,” kata Ikrar.

Sebanyak 13 kelompok perwakilan dewan kemakmuran masjid dari 10 kecamatan ambil bagian. Mereka menampilkan tabuhan dulag yang dipadukan dengan karya visual bernuansa religius dan kearifan lokal. Sejumlah kelompok menghadirkan miniatur perahu nelayan, replika kubah masjid, hingga ornamen ketupat berukuran besar.

Baca Juga :  Konfercab XIII PMII Banjar: Regenerasi Jalan Terus, Disiplin Jadi Sorotan

Tabuhan dulag yang berpadu dengan lantunan takbir menghadirkan suasana religius di tengah ribuan warga dan wisatawan yang memadati lokasi acara. Kepolisian menyebut konsep ini juga bertujuan mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada malam takbiran.

Menurut Ikrar, antusiasme masyarakat terhadap perayaan takbiran setiap tahun cenderung tinggi. Dengan pemusatan kegiatan, kata dia, kemeriahan tetap terjaga tanpa mengorbankan aspek keamanan.

“Ini juga menjadi ruang ekspresi budaya masyarakat,” ujarnya.

Seorang warga, Siti, 32 tahun, menilai konsep tersebut lebih ramah bagi keluarga. Ia mengatakan anak-anak dapat menikmati perayaan tanpa kekhawatiran seperti pada konvoi kendaraan.

Polres Pangandaran berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut dinilai berpotensi menjadi daya tarik wisata religi di wilayah pesisir selatan Jawa Barat. (AG)