Berita  

Bawang Putih Ditanam di Banjar, Polisi Gandeng Petani

Banjar, JurnalMediaNetwork Kepolisian Resor Banjar bersama Pemerintah Kota Banjar dan Kelompok Tani Mulyasari menanam bawang putih di Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan itu menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus upaya mendukung program swasembada bawang putih nasional.

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro mengatakan penanaman tersebut merupakan bagian dari gerakan serentak di 17 provinsi. Program itu, kata dia, menindaklanjuti arahan Kapolri untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong produktivitas petani bawang putih.

“Pagi ini sesuai dengan instruksi Bapak Kapolri, kami berkolaborasi dengan Pemkot Banjar dan Kelompok Tani Mulyasari secara serentak bersama 17 provinsi melakukan penanaman bawang putih,” kata Didi.

Lahan yang digunakan memiliki luas sekitar 600 bata atau hampir satu hektare. Lokasinya berada pada ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut.

Menurut Didi, penanaman tersebut sekaligus menjadi uji coba pengembangan varietas bawang putih yang dapat tumbuh di dataran rendah.

Baca Juga :  Mapag 1448 Hijriah, Warga Pager Batu Gelar Hajat Bumi dan Arak Hasil Bumi

“Kita mencoba menanam varietas bawang putih yang bisa tumbuh di dataran rendah, yaitu di ketinggian kurang lebih 300 mdpl,” ujarnya.

Didi berharap penanaman perdana ini berhasil dan dapat menjadi percontohan bagi pengembangan bawang putih di wilayah lain di Kota Banjar. Pengembangan selanjutnya akan melibatkan petani secara berkelanjutan agar produksi dalam negeri meningkat dan ketergantungan pada bawang putih impor berkurang.

“Kita berharap bawang putih ini dapat tumbuh dengan baik sehingga berhasil dan menjadi percontohan untuk pengembangan bawang putih di wilayah lainnya,” katanya.

Ia mengatakan penguatan produksi bawang putih merupakan bagian dari upaya bersama untuk mencapai swasembada pangan. Menurut dia, pengurangan impor perlu dilakukan secara bertahap dengan memperkuat produksi petani lokal.

Ketua Kelompok Tani Mulyasari, Jojo, menyambut baik program tersebut. Ia menilai keterlibatan petani menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan produksi bawang putih di daerah.

Baca Juga :  Dedi Hermawan Terpilih Aklamasi Pimpin APDESI Pangandaran

Namun, pengembangan komoditas tersebut membutuhkan dukungan yang berkelanjutan. Mulai dari penyediaan bibit, pendampingan teknis, pengelolaan lahan hingga pemasaran hasil panen perlu disiapkan secara terintegrasi.

“Sinergi antara pemerintah, kepolisian, Dinas Pertanian dan kelompok tani menjadi bagian penting dalam keberhasilan program,” ujar Jojo.

Kepala Dinas Pertanian Kota Banjar Yoyon Cuhyon juga mendukung penanaman tersebut. Ia mengatakan pemanfaatan lahan pertanian untuk bawang putih dapat membuka peluang peningkatan produktivitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani.

“Pemanfaatan lahan pertanian untuk komoditas bawang putih diharapkan dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani,” kata Yoyon.

Gerakan penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi diharapkan memperluas areal tanam dan meningkatkan produksi nasional. Dalam jangka panjang, produksi dalam negeri yang semakin kuat diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor sekaligus menjaga ketersediaan bawang putih sebagai salah satu komoditas pangan strategis. (Ucup)