Pangandaran, JurnalMediaNetwork – Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang selalu dipadati pengunjung, terutama saat momentum libur panjang. Lonjakan wisatawan itu dinilai sebagai bukti kuatnya sektor pariwisata sebagai penopang utama ekonomi daerah.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Pangandaran, Agus Mulyana mengatakan pariwisata merupakan salah satu sumber penting Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, pengembangan sektor ini perlu menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Menurut Agus, Pangandaran membutuhkan cetak biru atau blueprint pariwisata yang komprehensif. Dokumen tersebut dinilai penting untuk menjaga konsistensi arah kebijakan, sehingga tidak berubah meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.
“Blueprint ini akan menjadi panduan tetap. Jadi, siapa pun pemimpinnya, program tinggal dilanjutkan sesuai rencana yang sudah disusun,” kata Agus.
PHRI Pangandaran, kata dia, telah mengusulkan penyusunan Blueprint Pariwisata yang selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Dalam dokumen tersebut, akselerasi ekonomi berbasis pariwisata menjadi fokus utama.
Selain perencanaan, Agus menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia mendorong pemerintah daerah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha wisata.
Menurut dia, kekayaan alam Pangandaran sudah dikenal hingga mancanegara. Namun, hal itu harus diimbangi dengan kemampuan pengelolaan yang memadai.
“Pelaku wisata minimal harus memiliki kemampuan dasar bahasa Inggris dan memahami hospitality. Kenyamanan dan keramahan menjadi kunci agar wisatawan betah,” ujarnya.
PHRI juga meminta Dinas Pariwisata berperan aktif sebagai motor penggerak dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha, mulai dari keterampilan komunikasi hingga pelayanan wisata. (Ntang.SR)






