Pangandaran, JurnalMediaNetwork — Suara gemericik air Sungai Citumang kembali bercampur dengan teriakan riang wisatawan selama libur panjang awal Mei 2026.
Kawasan wisata body rafting di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran itu kembali dipadati pengunjung yang datang menikmati arus sungai dan hijaunya tebing alami.
Sejak pagi, antrean wisatawan tampak memenuhi area registrasi. Pelampung berwarna mencolok bergantian dikenakan pengunjung sebelum mereka menyusuri aliran sungai yang menjadi ikon wisata alam Citumang.
Data pengelola menunjukkan lonjakan kunjungan terjadi cukup tajam selama rangkaian libur tersebut. Pada 1 Mei 2026, jumlah wisatawan tercatat sebanyak 373 orang. Sehari kemudian, angka itu melonjak menjadi 1.590 pengunjung. Adapun pada 3 Mei, jumlah wisatawan mencapai 270 orang.
Lonjakan pengunjung itu membuat pengelola meningkatkan kesiapsiagaan di sejumlah titik wisata. Pengamanan jalur, kesiapan tenaga medis, hingga dukungan tim penyelamat mulai disiagakan sejak awal libur panjang.
Supervisor Citumang Body Rafting, Edi Riadi, mengatakan pengamanan dilakukan seperti pola libur besar sebelumnya. Sejumlah unsur diterjunkan untuk memastikan aktivitas wisata tetap berjalan aman.
“Persiapannya seperti biasa. Kita mulai dari pengamanan, penyediaan tenaga kesehatan dan tenaga medis. Lalu dari Basarnas juga disiagakan,” kata Edi, Sabtu, 9 Mei 2026.
Selain tenaga medis dan petugas penyelamat, unsur pengamanan dari desa juga ikut dilibatkan. Personel Linmas ditempatkan di beberapa jalur wisata untuk membantu pengaturan arus pengunjung. Aparat TNI dan Polri turut bersiaga selama momentum libur berlangsung.
Menurut Edi, koordinasi lintas unsur menjadi bagian penting mengingat tingginya antusiasme wisatawan saat musim libur. Pengelola berharap seluruh rangkaian wisata dapat berjalan aman dan tertib tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung.
Di Pangandaran, Citumang memang bukan sekadar destinasi wisata air. Bagi sebagian wisatawan, kawasan ini menjadi tempat mencari jeda dari padatnya rutinitas kota.
Arus sungai yang tenang, lorong bebatuan, dan rimbun pepohonan masih menjadi daya tarik utama yang membuat wisatawan terus kembali datang, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. (Agus Giantoro)






