Ciamis, JurnalMediaNetwork – Seni tari Pasang Giri kembali menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikan budaya Jawa Barat. Sanggar Wira Pawitra bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, menggelar lomba Pasang Giri dalam rangkaian kegiatan Banjarsari Menari.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan di luar perkiraan penyelenggara. Ratusan peserta dari berbagai sanggar dan jenjang pendidikan mengikuti perlombaan yang berlangsung di Desa Sukasari.
Kepala Desa Sukasari, Kusmana, mengatakan pemerintah desa pada awalnya hanya menyediakan lokasi untuk kegiatan tersebut. Namun, jumlah peserta yang datang ternyata cukup besar.
“Pihak desa hanya memfasilitasi lokasi. Di luar dugaan, peserta seni tari Pasang Giri sangat membludak,” kata Kusmana.
Menurut dia, peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas. Total peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mencapai sekitar 200 penari.
Antusiasme peserta dan masyarakat membuat suasana Banjarsari Menari berlangsung meriah. Warga turut datang untuk menyaksikan penampilan para penari dari sejumlah sanggar.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Pesertanya sekitar 200 orang dari berbagai sanggar dan usia. Masyarakat juga banyak yang menonton,” ujar Kusmana.
Salah satu peserta, Melani Cahya Ningrum, datang dari Kabupaten Pangandaran. Siswi tingkat SMP itu mengaku senang dapat mengikuti festival tari tersebut.
Melani tampil sebagai peserta nomor urut 20 untuk kategori SMP. Ia mengaku harus tampil maksimal karena persaingan dalam perlombaan cukup ketat.
“Saya akan semaksimal mungkin tampil di panggung. Pesertanya banyak, otomatis saingannya juga luar biasa. Tapi saya tetap optimistis,” kata Melani.
Optimisme Melani berbuah hasil. Pada penghujung acara Banjarsari Menari, ia dinobatkan sebagai Peserta Favorit 1 untuk kategori SMP.
Melani berhak memperoleh hadiah berupa uang pembinaan dari panitia penyelenggara.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah bagi para penari muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkenalkan kembali seni Pasang Giri kepada masyarakat. (Ntang SR)






