Banjar, JurnalMediaNetwork– Persaingan pasar yang semakin ketat menuntut pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga memiliki identitas merek yang kuat, kemasan yang menarik, serta legalitas usaha yang lengkap. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STISIP Bina Putera Banjar menggelar seminar “Pendampingan Branding, Packaging, dan Legalitas Usaha untuk Meningkatkan Kualitas Produk Lokal Desa Kujangsari” di Balai Desa Kujangsari, kota Banjar, Jawa Barat.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah pemberdayaan masyarakat yang bertujuan mendorong UMKM Desa Kujangsari agar mampu meningkatkan nilai jual produk sekaligus memperluas peluang pemasaran, baik di tingkat regional maupun nasional.
Dalam seminar tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai strategi membangun citra produk melalui branding, pentingnya desain kemasan yang mampu menarik minat konsumen, serta prosedur pengurusan legalitas usaha sebagai bekal untuk meningkatkan kepercayaan pasar dan membuka akses ke berbagai peluang bisnis.
Ketua KKN Desa Kujangsari, Zidan Fitransyah, mengatakan penguatan kapasitas pelaku UMKM menjadi salah satu program utama mahasiswa selama menjalankan pengabdian di desa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan sekaligus motivasi bagi para pelaku UMKM agar terus meningkatkan kualitas produknya. Dengan branding yang baik, kemasan yang menarik, dan legalitas yang lengkap, produk lokal Desa Kujangsari diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya. Kamis (17/6/2026).
Kepala Desa Kujangsari, Mujahid, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan edukasi praktis bagi pelaku usaha. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar UMKM desa mampu berkembang dan mengikuti kebutuhan pasar.
“Pemerintah Desa Kujangsari mendukung penuh kegiatan ini. Kami berharap para pelaku UMKM dapat menerapkan ilmu yang diperoleh, mulai dari membangun merek, memperbaiki kemasan, hingga melengkapi legalitas usaha. Dengan begitu, produk unggulan Desa Kujangsari tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Mujahid.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN STISIP Bina Putera Banjar berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus berlanjut.
Pendampingan yang berkesinambungan dinilai menjadi salah satu strategi untuk melahirkan UMKM yang lebih inovatif, berdaya saing, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal di Desa Kujangsari. (Johan Wijaya)






