Berita  

Ketahanan Keluarga Jadi Strategi Pemkot Banjar Lindungi Perempuan dan Anak

Oplus_131072

Banjar, JurnalMediaNetwork – Wakil Wali Kota Banjar, Supriana meminta penguatan ketahanan keluarga menjadi perhatian bersama sebagai upaya mencegah kekerasan dan persoalan sosial terhadap perempuan dan anak.

Hal itu disampaikan Supriana saat membuka Sosialisasi Upaya Peningkatan Ketahanan Keluarga sebagai Fondasi Perlindungan Perempuan dan Anak Menuju Keluarga Sejahtera di Ruang Rapat Gunung Sangkur, Kota Banjar, Rabu, 9 September 2026.

Kegiatan tersebut diikuti kader PKK desa dan kelurahan se-Kota Banjar, Dharma Wanita Persatuan (DWP), organisasi perempuan, serta peserta lainnya.

Menurut Supriana, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter anak sekaligus menjadi fondasi kehidupan masyarakat. Karena itu, persoalan ekonomi, pola asuh, komunikasi, maupun masalah sosial di dalam keluarga dapat berdampak terhadap perempuan dan anak.

“Penguatan ketahanan keluarga bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama, mulai dari keluarga, masyarakat, pemerintah desa dan kelurahan, hingga pemerintah daerah,” kata Supriana.

Dia menilai perempuan, khususnya ibu, memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang sehat dan harmonis. Selain menjadi pengasuh dan pendidik pertama bagi anak, ibu dinilai berperan sebagai pendamping, teladan, sekaligus pengelola kehidupan keluarga.

Baca Juga :  Pembayaran Pajak Kendaraan via QRIS Tembus Rp320 Juta dalam Sembilan Hari

Supriana mengatakan keberadaan PKK dapat menjadi salah satu kekuatan dalam memperkuat ketahanan keluarga. Melalui organisasi tersebut, perempuan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, mengembangkan kepemimpinan, serta terlibat dalam pemberdayaan ekonomi keluarga.

“PKK bukan hanya organisasi yang menjalankan berbagai program pemberdayaan keluarga, tetapi juga menjadi ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

 mendorong keluarga agar mampu mengelola ekonomi, membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak, menerapkan pola asuh positif, serta mencegah kekerasan dalam rumah tangga.

Menurut dia, ketahanan keluarga tidak semata-mata diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi. Aspek fisik, psikologis, sosial, pendidikan, dan spiritual juga menjadi bagian penting.

“Keluarga harus menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan kasih sayang, perlindungan, pendidikan dan keteladanan,” kata Supriana.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Banjar Hani Supartini mengatakan ketahanan keluarga merupakan bagian dari upaya pencegahan berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan perempuan dan anak.

Baca Juga :  Bimtek Manajemen Kasus, Pemkot Banjar Perkuat Ketahanan Keluarga Cegah Kekerasan

Hani mengatakan keluarga semestinya menjadi tempat pertama yang memberikan rasa aman, perlindungan, dan perhatian kepada setiap anggotanya. Menurut dia, kapasitas keluarga perlu diperkuat secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat.

“Ketahanan keluarga ini menjadi salah satu upaya preventif. Ketika keluarga kuat, komunikasi terbangun dengan baik dan pola asuh berjalan positif, maka berbagai persoalan yang berpotensi terjadi terhadap perempuan dan anak dapat lebih dini dicegah,” kata Hani.

Dia menuturkan pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak. Kolaborasi diperlukan antara pemerintah, keluarga, organisasi masyarakat, kader PKK, dan elemen masyarakat lainnya.

Hani berharap peserta sosialisasi dapat menyebarkan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan masing-masing.

Pemerintah Kota Banjar berharap penguatan peran keluarga dan PKK dapat menciptakan keluarga yang lebih tangguh dan sejahtera sekaligus membangun lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak. (Ucup)