Berita  

Agus Riyana dan Dini Aprilia Pimpin Perolehan Suara BPD Raharja

Partisipasi tinggi warga warnai pemilihan BPD Desa Raharja. Foto: ist/JMN

Banjar, JurnalMediaNetwork — Tingginya partisipasi warga mewarnai pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, Ahad, 29 Maret 2026.

Antusiasme pemilih yang datang sejak pagi menegaskan satu hal: warga ingin terlibat langsung menentukan arah pengawasan pembangunan desa untuk periode mendatang.

Pemilihan berlangsung lancar dan transparan, dibagi ke dalam dua daerah pemilihan, yakni Randegan I dan Randegan II, dengan keterwakilan laki-laki dan perempuan di masing-masing wilayah.

Di Dapil Randegan I, Agus Riyana tampil dominan pada kategori laki-laki setelah meraih 466 suara, jauh meninggalkan Koko Koswara dan Dede Supriatna yang sama-sama memperoleh 231 suara. Untuk kursi perempuan, Susi Cahya Pratiwi memimpin dengan 437 suara.

Sementara di Randegan II, Galih Ramdhani unggul dengan 324 suara, disusul Jamaludin yang meraih 239 suara. Pada keterwakilan perempuan, Dini Aprilia mencatat perolehan paling menonjol dengan 482 suara, tertinggi di antara seluruh kandidat.

Baca Juga :  Demi Hemat BBM, ASN Bogor Tinggalkan Mobil Dinas Setiap Hari Rabu

Ketua penyelenggara pemilihan, Ujang Rahman, mengatakan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana dengan respons positif dari masyarakat.

“Pelaksanaan pemilihan anggota BPD Desa Raharja berjalan lancar, aman, dan kondusif. Partisipasi masyarakat juga cukup tinggi, ini menunjukkan antusiasme warga dalam menentukan wakilnya,” kata Ujang seusai penghitungan suara.

Ia menegaskan panitia menjaga integritas pemilihan agar hasil akhirnya benar-benar mencerminkan kehendak masyarakat.

“Kami berkomitmen menjalankan proses pemilihan secara jujur, adil, dan transparan. Seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai aturan.” katanya.

Kepala Desa Raharja, Yayat Ruhiyat, menilai tingginya partisipasi pemilih menjadi sinyal kuat meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya lembaga BPD sebagai pengawas jalannya pemerintahan desa.

Menurut Yayat, anggota BPD terpilih harus mampu menjalankan fungsi strategis: menyerap aspirasi, mengawal pembangunan, serta memastikan penggunaan anggaran desa berlangsung transparan dan akuntabel.

Baca Juga :  Carry Oleng Usai Salip Bus di Pangandaran, 1 Orang Tewas dan Belasan Terluka

“BPD bukan sekadar pelengkap, tetapi mitra strategis pemerintah desa. Kolaborasi yang baik akan memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.

Hasil pemilihan ini menegaskan demokrasi tingkat desa di Raharja berjalan hidup dan partisipatif. Warga tak hanya hadir sebagai pemilih, tetapi juga menjadi penentu arah kebijakan desa melalui wakil yang mereka pilih langsung.

Dengan terbentuknya susunan BPD baru, Desa Raharja diharapkan semakin kuat dalam fungsi pengawasan sekaligus menjadi jembatan efektif antara pemerintah desa dan masyarakat menuju tata kelola yang lebih responsif. (**)