Wisata  

Libur Lebaran Jadi Ladang Cuan, Pangandaran Optimistis Raih Rp 15 Miliar

Kepala Badan Pendapatan Daerah Pangandaran, Sarlan. Foto: Ntang. SR/JMN

Pangandaran, JurnalMediaNetwork – Gelombang wisatawan yang memadati sejumlah objek wisata selama libur panjang Lebaran membuat Pemerintah Kabupaten Pangandaran percaya diri memburu pendapatan Rp 15 miliar. Tiga hari menjelang masa libur usai, setoran dari tiket wisata disebut sudah menembus 60 persen dari target.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Pangandaran, Sarlan, mengatakan lonjakan kunjungan terjadi hampir di seluruh destinasi yang dikelola pemerintah daerah. Titik wisata itu tersebar di empat kecamatan, mulai dari Pantai Karapyak, Batuhiu, Batukaras, Madasari, Green Canyon, hingga Pantai Pangandaran.

“Masing-masing objek wisata memiliki target pemasukan berbeda. Namun secara total, pemerintah daerah mematok pendapatan musim libur Lebaran tahun ini sebesar Rp 15 miliar,” ujarnya.

Baca Juga :  Lonjakan Wisatawan di Pangandaran, PHRI Soroti Fasilitas Parkir dan Toilet

Kata Sarlan, Pantai Pangandaran masih menjadi magnet utama wisatawan. Untuk mengantisipasi ledakan pengunjung, pemerintah menyiapkan kantong parkir eks Pasar Wisata seluas 7,5 hektare. Tak hanya itu, 12 unit kendaraan antar jemput disiagakan untuk membawa wisatawan dari area parkir menuju kawasan pantai.

“Langkah ini ditempuh agar kepadatan kendaraan di pusat objek wisata tetap terkendali, terutama saat puncak kunjungan,” katanya.

Sarlan menyebut realisasi pendapatan sementara sudah mencapai sekitar 60 persen, dengan masa libur yang masih menyisakan empat hari. Angka itu dinilai menjadi sinyal kuat target Rp 15 miliar bisa tercapai.

“Masih ada empat hari, dan bulan depan masih ada long weekend. Kami optimistis target terpenuhi, bahkan bisa bertambah,” sebutntya.

Baca Juga :  Pantai Pangandaran Masih Primadona, 72.756 Wisatawan Padati Destinasi Saat Long Weekend

Untuk menjamin rasa aman dan nyaman wisatawan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran juga menyiagakan petugas gabungan dari berbagai instansi di seluruh kawasan wisata. Mereka ditempatkan untuk membantu pengaturan arus kendaraan, pelayanan pengunjung, hingga pengamanan di titik-titik rawan kepadatan. (Ntang.SR)