Berita  

Sempat Dipukuli Warga, Terduga Curanmor di Pangandaran Diamankan Polisi

Pangandaran, JurnalMediaNetwork — Seorang remaja yang diduga hendak mencuri sepeda motor nyaris menjadi sasaran amuk massa di Dusun Parapat Barat, Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu, 4 April 2026, sekitar pukul 11.22 WIB.

Peristiwa itu terjadi saat terduga pelaku mencoba membawa sepeda motor Honda Vario yang terparkir di depan sebuah toko modern. Aksinya memicu kecurigaan warga hingga situasi cepat memanas.

Kepolisian Sektor Pangandaran yang menerima laporan segera bergerak menuju lokasi, meski harus menerobos kepadatan lalu lintas. Setibanya di tempat kejadian, petugas langsung mengamankan pelaku dan membawanya ke kantor polisi untuk mencegah aksi main hakim sendiri.

Warkian, saksi mata yang juga kakak pemilik motor, mengatakan awalnya ia melihat gerak-gerik mencurigakan dari seorang remaja yang bolak-balik di sekitar toko.

Baca Juga :  Wali Kota Banjar Buka Suara soal Video Mobil Dinas Ugal-Ugalan, Pengguna Akan Dipanggil

“Saya curiga ketika dia memindahkan helm dan mencoba membawa motor. Saat ditanya, dia mengaku hendak mengambil motor milik temannya,” kata Warkian saat ditemui di Mapolsek Pangandaran, Sabtu 4 April 2026.

Merasa janggal dengan pengakuan tersebut, Warkian segera menghubungi polisi. Namun, emosi warga yang terlanjur tersulut tak sepenuhnya dapat dibendung.

“Sejumlah orang sempat melayangkan pukulan saat pelaku diamankan,” bebernya.

Di kantor polisi, remaja berinisial ASF (17), warga Banjaran, Bandung, mengaku hanya menjalankan perintah dua rekannya berinisial OLH dan FJR. Ia mengklaim diminta mengambil motor menggunakan alat berupa gunting.

“Saya disuruh teman mengambil motor itu,” ujar ASF kepada petugas.

Ia juga mengaku baru pertama kali melakukan aksi tersebut. ASF menyebut datang ke Pangandaran dari Bandung menggunakan layanan transportasi daring.

Baca Juga :  Hilal Tak Terlihat di Pangandaran, Lebaran 2026 Berpotensi Jatuh 21 Maret

‘Saya naik grab ke Pangandarannya,” akunya.

Polisi hingga kini masih memeriksa intensif terduga pelaku. Petugas menduga kondisi ASF tidak sepenuhnya stabil saat dimintai keterangan. (Andriansyah)