Pangandaran, JurnalMediaNetwork – Ribuan pelajar tingkat SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Kabupaten Pangandaran memadati kawasan Pantai Barat Pangandaran dalam kegiatan aksi ekologi lingkungan yang digelar sebagai bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 3.000 siswa baru dari SMA dan SMK se-Kabupaten Pangandaran. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi di dalam kelas, tetapi juga terjun langsung ke lapangan untuk membersihkan sampah di sepanjang pesisir Pantai Barat Pangandaran.
Kasubag KCD Wilayah XIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Rudianto, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk pembelajaran nyata tentang kepedulian lingkungan bagi peserta didik baru.
“Sebanyak tiga ribu siswa baru mengikuti kegiatan ini. Mereka langsung praktik di lapangan dengan membersihkan sampah di kawasan Pantai Barat Pangandaran sepanjang kurang lebih lima kilometer,” kata Rudianto.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya dunia pendidikan dalam menanamkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan wisata yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Pangandaran.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, Dikky, mengatakan aksi ekologi tersebut merupakan implementasi salah satu program dalam MPLS yang bertujuan membentuk karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Aksi ini tidak hanya mengajarkan kebersihan, tetapi juga membangun karakter peserta didik agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga sejalan dengan program Panca Waluya yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Selain menanamkan nilai kepedulian lingkungan kepada pelajar, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran melalui terciptanya kawasan pantai yang lebih bersih dan bebas dari sampah.
Usai kegiatan, seluruh sampah yang berhasil dikumpulkan diangkut menggunakan kendaraan bank sampah yang telah disiapkan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) bersama KCD Wilayah XIII. Sampah tersebut kemudian dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang berada di Kabupaten Pangandaran untuk dikelola lebih lanjut. (Ntang.SR)






