Banjar, JurnalMediaNetwork – Persoalan yang mencuat dalam Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) VI KONI Kota Banjar Tahun 2026 memasuki babak baru. Setelah 10 cabang olahraga (cabor) memilih walkout dari forum, kini berbagai catatan terkait pelaksanaan Musorkot tersebut akan dibawa ke KONI Jawa Barat melalui jalur organisasi.
Sejumlah cabor yang sebelumnya meninggalkan forum Musorkot, Sabtu (29/8/2026), berencana menyusun berita acara yang memuat sikap, alasan walkout, serta sejumlah catatan yang mereka nilai perlu mendapat perhatian dan klarifikasi dari KONI Jawa Barat.
Langkah tersebut ditegaskan bukan semata-mata untuk mempersoalkan atau mengubah hasil Musorkot. Para cabor memilih menyampaikan sikap melalui mekanisme organisasi agar persoalan yang muncul dapat dikaji pada tahapan selanjutnya.
Ketua IMI Kota Banjar, Asep Saefurohmat, yang mewakili sejumlah cabor mengatakan, berita acara tersebut menjadi bentuk resmi penyampaian sikap kepada KONI Jawa Barat.
“Kami membuat berita acara penolakan dan walkout. Intinya mempertanyakan kepada KONI Provinsi terkait proses yang kemarin,” ujar Asep kepada awak media, Minggu (30/8/2026).
Menurut Asep, pihaknya tetap menghormati Musorkot sebagai forum organisasi. Namun, sejumlah hal yang terjadi selama proses musyawarah dinilai perlu disampaikan kepada KONI Jawa Barat untuk mendapatkan perhatian.
Ia menegaskan, langkah 16 cabor tersebut tidak otomatis berarti menolak seluruh hasil Musorkot.
“Kalau proses Musorkot dianggap sudah sesuai, mungkin kami akan memposisikan diri di luar kepengurusan KONI yang selanjutnya. Tetapi untuk check and balance, kami berharap KONI Provinsi lebih intens melakukan pengawasan,” katanya.
Asep menyebut, tahapan organisasi KONI Kota Banjar masih akan berlanjut setelah Musorkot. Salah satunya adalah proses penyusunan kepengurusan KONI Kota Banjar yang baru.
Karena itu, catatan yang disampaikan 10 cabor diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan KONI Jawa Barat sebelum mengambil keputusan pada tahapan organisasi berikutnya.
“Bukan untuk mengubah hasil keputusan Musorkot. Bagaimanapun kami menghargai hasil musyawarah. Tetapi kebijakan ataupun keputusan selanjutnya tetap ada di provinsi,” ujarnya.
Ia berharap apabila hasil Musorkot nantinya ditindaklanjuti melalui keputusan KONI Jawa Barat, catatan yang disampaikan para cabor tetap menjadi perhatian.
“Kalaupun nanti memang di-SK-kan oleh KONI Provinsi, kami berharap ada catatan-catatan khusus. Tujuannya untuk perbaikan,” katanya.
Bukan Berhenti di Walkout
Walkout 10 cabor dalam Musorkot VI KONI Kota Banjar kini berlanjut pada langkah organisasi. Mereka tidak berhenti pada aksi meninggalkan forum, tetapi memilih menyusun berita acara untuk menyampaikan sikap secara resmi kepada KONI Jawa Barat.
Langkah tersebut sekaligus membuka ruang bagi KONI Jawa Barat untuk melihat dan memberikan penilaian terhadap berbagai catatan yang disampaikan para cabor.
Bagi 10 cabor, jalur organisasi dipilih sebagai upaya menjaga mekanisme dan tata kelola organisasi olahraga tetap berjalan sesuai ketentuan.
Dengan demikian, dinamika Musorkot KONI Kota Banjar belum sepenuhnya selesai. Bola kini berada pada tahapan lanjutan organisasi di tingkat KONI Jawa Barat. (Joe)






