Pangandaran, JurnalMediaNetwork — Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran menyalurkan bantuan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan. Sebanyak 7.973 jiwa atau 2.681 keluarga di sejumlah wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami krisis air bersih akibat kemarau.
Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran Nana Suryana mengatakan distribusi air bersih dilakukan sesuai arahan Kementerian Sosial dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Penyaluran terus dilakukan ke wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Tagana melaksanakan penyaluran bantuan sesuai arahan Kemensos dan Pemkab Pangandaran. Distribusi terus dilakukan ke wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga,” kata Nana.
Dalam penanganan tersebut, Tagana mengerahkan satu unit truk tangki air, enam unit tandon, dan enam paket instalasi penjernih air. Peralatan itu digunakan untuk mendukung distribusi sekaligus memastikan air dapat ditampung dan dimanfaatkan warga.
Salah satu lokasi penyaluran berada di Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak. Selain mengirim air menggunakan truk tangki, petugas menempatkan tandon dan memasang instalasi penjernih air di lokasi tersebut.
Kekeringan kini berdampak pada sembilan kecamatan, yakni Cimerak, Cijulang, Parigi, Cigugur, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya.
Cimerak menjadi salah satu wilayah dengan jumlah warga terdampak cukup besar, yakni 2.561 jiwa. Disusul Kalipucang sebanyak 2.231 jiwa dan Parigi sebanyak 1.708 jiwa.
Nana mengatakan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pangandaran bersama Tagana masih melakukan verifikasi dan validasi terhadap warga terdampak. Pendataan dilakukan untuk memastikan bantuan disalurkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran sebelumnya menetapkan status tanggap darurat kekeringan selama 90 hari sejak 3 Juli 2026. Selama masa tersebut, distribusi air bersih masih dilakukan dengan dukungan armada truk tangki Kementerian Sosial, termasuk untuk wilayah Kecamatan Cimerak.
Penanganan kekeringan melibatkan Dinas Sosial PMD, Tagana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat dan relawan. (Ntang.SR)






