Banjar, JurnalMediaNetwork — Wali Kota Banjar Sudarsono meninjau langsung pelaksanaan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Neglasari, Minggu, 10 Mei 2026.
Peninjauan dilakukan bersama Wakil Wali Kota Banjar Supriana, Sekretaris Daerah Kota Banjar, jajaran asisten daerah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, serta Camat Banjar.
Dalam kunjungannya, Sudarsono mendatangi tiga tempat pemungutan suara (TPS), yakni TPS Cilengkong, Cipariuk, dan Warung Buah. Pemilihan anggota BPD tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dengan tingkat partisipasi pemilih mencapai sekitar 90 persen.
Menurut Sudarsono, tingginya angka partisipasi warga mencerminkan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam proses demokrasi desa sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Keikutsertaan masyarakat yang tinggi membuktikan adanya dukungan masyarakat untuk ikut andil dalam kemajuan Desa Neglasari,” kata Sudarsono.
Ia menilai pemilihan anggota BPD kali ini juga menunjukkan adanya kesetaraan gender. Keterwakilan perempuan dalam kontestasi dinilai cukup seimbang dibanding calon laki-laki.
Sudarsono menyebut kehadiran pemerintah daerah dalam pemilihan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan demokrasi desa serta upaya memperkuat penyerapan aspirasi masyarakat melalui lembaga BPD.
“Kehadiran kami di sini membuktikan dukungan bagi Desa Neglasari dalam kemajuan demokrasi, kemajuan pembangunan desa, dan penyerapan aspirasi masyarakat bagi terwujudnya desa ideal dan mandiri melalui Badan Permusyawaratan Desa ini,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara bijak serta berperan aktif dalam pembangunan desa.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan BPD Desa Neglasari Dedi Ruswandi mengatakan jumlah calon anggota BPD yang telah ditetapkan sebanyak 19 orang. Dari jumlah tersebut, empat calon berasal dari keterwakilan perempuan dan 15 calon berasal dari keterwakilan wilayah.
“Untuk calon dari keterwakilan perempuan ada empat orang, sedangkan dari wilayah totalnya ada 15 orang. Jadi keseluruhan ada 19 calon,” kata Dedi.
Menurut Dedi, pemilihan dibagi ke dalam lima wilayah guna mempermudah proses pelaksanaan sekaligus memastikan keterwakilan masyarakat di tiap wilayah.
Ia berharap seluruh tahapan pemilihan berjalan aman, lancar, dan menjunjung tinggi sportivitas antarkandidat sehingga menghasilkan anggota BPD yang mampu bersinergi dengan pemerintah desa.
“Harapannya semoga kegiatan ini berjalan lancar. Persaingannya juga sehat-sehat, tidak ada manipulasi, sehingga nantinya dapat menghasilkan calon anggota BPD yang bisa bersinergi dengan pemerintah desa,” ujarnya. (Ucup)






