Berita  

LEKKER 2026 Satukan Budaya, Kuliner, dan Otomotif di Langensari

Banjar, JurnalMediaNetwork — Kawasan Sport Center Langensari, Kota Banjar, menjadi ruang pertemuan seni tradisi, kuliner, pelaku usaha kecil, dan komunitas otomotif melalui Langen Etnik Kuliner (LEKKER) 2026. Festival yang mengusung tema Festival Budaya & Otomotif Nusantara itu berlangsung selama tiga hari, 20-22 Agustus 2026.

Penyelenggara menempatkan LEKKER bukan sekadar sebagai agenda hiburan, melainkan sebagai upaya memperkenalkan potensi budaya dan ekonomi kreatif Kota Banjar kepada masyarakat yang lebih luas. Festival ini juga diharapkan mampu menarik pengunjung dari luar daerah dan memberi dampak bagi pelaku UMKM serta sektor jasa.

Pembukaan festival pada Kamis, 20 Agustus 2026, dihadiri Wakil Wali Kota Banjar Supriana, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, unsur TNI-Polri, serta jajaran Pemerintah Kota Banjar. Sejumlah pejabat daerah, camat, budayawan, pelaku UMKM, dan masyarakat turut menghadiri acara tersebut.

Ketua Pelaksana LEKKER 2026, Irwan, mengatakan festival itu digagas untuk membuka ruang bagi seni budaya dan kuliner lokal agar lebih dikenal masyarakat.

Menurut dia, nama Langen Etnik Kuliner dipilih untuk menggambarkan semangat festival yang ingin menghadirkan pengalaman menyenangkan bagi pengunjung.

Baca Juga :  Dari Lapangan Sekolah, Kapolres Banjar Titip Pesan JAWARA kepada Generasi Muda

“Langen itu dari bahasa Belanda yang berarti enak atau lezat. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi sajian yang enak dan lezat serta bisa dinikmati oleh masyarakat Kota Banjar,” kata Irwan.

Selama tiga hari, panitia menyiapkan rangkaian acara yang memadukan kesenian tradisional dan kegiatan ekonomi kreatif. Hari pertama diisi dengan upacara adat, pencak silat, ngibing kuda lumping, Rampak Jaipong, dialog budaya bertajuk Ngaji Diri, Ngaji Rasa Ku Budaya, doa lintas agama dan kepercayaan, serta pertunjukan seni ronggeng.

Pada Jumat, 21 Agustus, festival beralih pada Festival Kuliner Nusantara. Lomba memasak, pameran UMKM, kaulinan baheula, jaipongan, pencak silat, bobodoran Sunda dan Jawa, pembacaan puisi, sandiwara, hingga kesenian ebeg dijadwalkan berlangsung sepanjang hari.

Adapun Sabtu, 22 Agustus, menjadi puncak Festival Otomotif Nusantara. Kontes kendaraan digelar sejak pagi, disusul penampilan band, pengumuman pemenang, dan hiburan musik pada malam hari sebelum penutupan festival.

Wakil Wali Kota Banjar Supriana mengatakan Kota Banjar membutuhkan lebih banyak kegiatan yang mampu mendatangkan pengunjung dari luar daerah. Menurut dia, keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari jumlah penonton, tetapi juga dari dampaknya terhadap ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  HUT ke-21 CV Lumpur Mas, Tokoh Organisasi dan Komunitas di Banjar Sampaikan Doa dan Harapan

“Banjar itu perlu mendatangkan orang banyak dari luar kota. Kegiatan seperti ini harus menjadi momentum untuk memperkenalkan Kota Banjar, sehingga orang datang, menikmati kegiatan, kemudian mengenal potensi yang kita miliki,” kata Supriana.

Ia menilai kedatangan wisatawan dapat menggerakkan berbagai sektor, mulai dari kuliner, perdagangan, jasa, hingga usaha kecil masyarakat. Karena itu, ia berharap LEKKER tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi agenda rutin yang memiliki daya tarik regional.

Menurut Supriana, festival yang mempertemukan budaya, kuliner, UMKM, dan otomotif dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas promosi Kota Banjar. Pengunjung yang datang, kata dia, diharapkan tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga menikmati kuliner, membeli produk lokal, dan mengenal identitas budaya daerah.

Dengan konsep tersebut, LEKKER 2026 diharapkan menjadi salah satu agenda yang memperkuat posisi Kota Banjar sebagai kota yang mengembangkan seni budaya sekaligus ekonomi kreatif berbasis masyarakat. (Ucup)