Berita  

Harga Sayuran Naik, Lala Dorong KWT Purwaharja Optimalkan Pekarangan

Banjar, JurnalMediaNetwork – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pangan, khususnya sayuran, menjadi perhatian dalam upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga di Kota Banjar. Salah satu langkah yang didorong yakni mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT).

Anggota DPRD Kota Banjar dari Fraksi Golkar, Lalak Siti Malak (Lala), mendorong KWT di Kecamatan Purwaharja agar semakin aktif mengembangkan pemanfaatan pekarangan dengan berbagai tanaman pangan.

Hal tersebut disampaikan Lala dalam kegiatan pertemuan KWT di Kecamatan Purwaharja yang turut dihadiri mantan Wali Kota Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih serta jajaran Dinas Pertanian.

Menurut Lala, KWT memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan karena kelompok tersebut berada dalam pembinaan Dinas Pertanian. Karena itu, keberadaan KWT diharapkan tidak hanya menjadi wadah kegiatan kelompok, tetapi juga mampu menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan lingkungan sekitar secara produktif.

“Harapannya untuk memajukan KWT supaya lebih maju, lebih berkembang, sehingga ada tambahan tanaman dan pembangunan pekarangannya, baik di kelompok KWT maupun di perumahan-perumahan,” ujar Lala.

Ia mengatakan, pemanfaatan lahan pekarangan dapat menjadi salah satu solusi sederhana untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Berbagai jenis sayuran dan tanaman pangan dapat ditanam di lahan yang tersedia di sekitar rumah.

Baca Juga :  Kapolres Banjar Pimpin Rotasi Pejabat, Kasat Reskrim dan Kasat Lantas Berganti

Menurutnya, langkah tersebut semakin penting di tengah kondisi harga sayuran yang mengalami kenaikan. Dengan menanam sendiri, masyarakat setidaknya dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan tanpa sepenuhnya bergantung pada pasar.

“Sekarang ketahanan pangan sedang didorong. Apalagi sekarang harga-harga sayuran lebih mahal, jadi kita mengambil langkah dengan memanfaatkan pekarangan,” katanya.

Lala berharap gerakan pemanfaatan pekarangan tidak hanya dilakukan oleh anggota KWT, tetapi juga dapat ditularkan kepada masyarakat di lingkungan perumahan.

Dengan demikian, ketahanan pangan dapat dibangun mulai dari tingkat keluarga. Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, hasil tanaman pekarangan juga berpotensi memberikan nilai ekonomi apabila dikelola secara baik.

Ade Uu Ajak KWT Tetap Semangat

Sementara itu, mantan Wali Kota Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih turut memberikan motivasi kepada para anggota KWT agar tetap semangat menjalankan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Ade Uu mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah program membutuhkan proses, kesabaran, kebersamaan dan konsistensi. Karena itu, para anggota KWT diharapkan tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai kendala.

Baca Juga :  Rakercab, Forum Bisnis dan HIPMI Connection BPC HIPMI Kota Banjar Perkuat Kolaborasi Pengusaha Muda

“Yang penting bersyukur, sabar, dan tetap semangat,” pesan Ade Uu.

Ia juga mendorong para anggota KWT untuk menjaga kekompakan dan terus menjalankan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga maupun lingkungan.

Menurut Ade Uu, kegiatan pemanfaatan pekarangan sebaiknya terus dikembangkan dan tidak berhenti hanya pada kelompok KWT. Semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan pekarangan untuk menanam tanaman pangan, maka semakin kuat pula ketahanan pangan yang dibangun dari tingkat rumah tangga.

“Insyaallah kalau kita bersyukur dan sabar, semuanya akan ada jalannya,” tuturnya.

Pertemuan KWT di Kecamatan Purwaharja tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara masyarakat, kelompok KWT, pemerintah dan Dinas Pertanian dalam mengembangkan ketahanan pangan.

Lala berharap pembinaan dan dukungan terhadap KWT dapat terus dilakukan sehingga kelompok tersebut semakin maju, produktif dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pemanfaatan pekarangan pun diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan menanam, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menciptakan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kota Banjar. (Ucup)