Berita  

Sampah Menumpuk dan Ancam Persawahan, Warga Pangandaran-Ciamis Turun Tangan

Pangandaran, JurnalMediaNework – Tumpukan sampah yang memenuhi saluran air di Desa Sindangjawa, Kabupaten Pangandaran, sempat viral di media sosial. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah bersama warga dan pelajar turun tangan melakukan aksi bersih-bersih.

Ratusan warga dan pelajar dari Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, serta Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, bergotong royong membersihkan sampah yang menyumbat saluran air tersebut.

Camat Mangunjaya Yuningsih mengatakan keberadaan sampah di saluran air berpotensi menimbulkan persoalan saat musim hujan. Tumpukan sampah dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir.

“Kalau musim penghujan tiba, tumpukan sampah ini sangat berdampak terhadap banjir. Karena itu, pemerintah Kabupaten Pangandaran dan Ciamis turun tangan bersama-sama membersihkannya,” kata Yuningsih.

Menurut dia, kondisi saluran air tersebut cukup memprihatinkan. Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), khususnya bidang sumber daya air, turut terlibat dalam penanganan tersebut.

Baca Juga :  Bimtek Manajemen Kasus, Pemkot Banjar Perkuat Ketahanan Keluarga Cegah Kekerasan

Pemkab Pangandaran juga mengerahkan alat berat untuk membantu mengangkat sampah yang menumpuk di saluran air.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran Soleh Supriyadi mengatakan persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama.

Karena itu, lingkungan pendidikan turut dilibatkan dalam aksi tersebut.

“Kebersihan dan persoalan sampah adalah urusan kita semua. Dari lingkungan pendidikan, kami menurunkan ratusan anak-anak Pramuka untuk ikut membersihkan sampah,” ujar Soleh.

Ia mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendidikan kepedulian terhadap lingkungan bagi para pelajar. Nilai tersebut, kata dia, sejalan dengan Dasa Darma Pramuka.

Soleh juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan saluran air. Menurut dia, saluran yang terbebas dari sampah akan membuat aliran air berjalan lebih lancar, termasuk untuk mengairi area persawahan di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Peduli Korban Gempa NTT, Warga Banjar Galang Donasi Rp13 Juta Lebih

“Kalau saluran air bersih, otomatis jalur air bisa berjalan normal dan mengairi area persawahan yang ada di sekitarnya,” katanya.

Di tempat yang sama, anggota DPRD Kabupaten Pangandaran Imat Rosdiana yang turut dalam kegiatan gotong royong mengatakan sampah yang berhasil diangkat dari saluran air kemudian dievakuasi menggunakan truk yang disiapkan Dinas Lingkungan Hidup.

Sampah tersebut selanjutnya dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA). Dari aksi pembersihan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat dari dua kabupaten itu, sekitar 5 ton sampah berhasil diangkat dari saluran air.

Imat mengimbau masyarakat di Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Ciamis tidak kembali membuang sampah ke saluran air maupun sembarang tempat.

“Jangan membuang sampah sembarangan. Buanglah sampah pada tempatnya,” pesannya. (Ntang SR)