Banjar, JurnalMediaNetwork – Pengurus Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Banjar periode 2026-2031 resmi dilantik di Gedung Dakwah Kota Banjar, Minggu (13/9/2026).
Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan pembinaan takmir masjid serta penyerahan insentif bagi imam dan muazin Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kota Banjar.
Pelantikan dilakukan Ketua PW DMI Jawa Barat KH Muhamad Mansyur Saeroji berdasarkan Keputusan DPP-DMI Jawa Barat Nomor 152/A-3-SA/PW-DMI Jawa Barat/2026 tentang pengesahan pengurus DMI Kota Banjar masa bakti 2026-2031.
Wakil Ketua DMI Kota Banjar, H Agus, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyinergikan para takmir masjid di Kota Banjar dalam satu barisan guna memakmurkan masjid sekaligus memajukan umat.
“Tujuan kegiatan ini tidak lain menyinergikan seluruh takmir masjid se-Kota Banjar dalam satu barisan untuk memakmurkan masjid dan memajukan umat,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut dihadiri sekitar 700 peserta yang terdiri dari imam dan muazin dari 343 DKM, panitia serta jajaran pengurus DMI Kota Banjar.
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan insentif kepada imam dan muazin yang bersumber dari Pemerintah Kota Banjar.
Sebanyak 686 penerima mendapatkan insentif, terdiri dari 150 imam dan 536 muazin. Insentif tersebut diberikan setiap tiga bulan, dengan besaran Rp150 ribu untuk imam dan Rp50 ribu untuk muazin.
H Agus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjar yang telah memberikan dukungan terhadap program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Banjar yang telah hadir sekaligus memfasilitasi kegiatan ini. Alhamdulillah, melalui kebijakan beliau turun insentif untuk kita,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Banjar H Sudarsono mengatakan pelantikan pengurus DMI merupakan bentuk pengabdian yang mulia karena masjid memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat.
Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga dapat menjadi pusat pembinaan akhlak, pemberdayaan ekonomi, serta kegiatan sosial masyarakat.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah ritual semata, melainkan pusat peradaban umat, pusat pembinaan akhlak, serta pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat,” ujar Sudarsono.
Ia berharap DMI Kota Banjar mampu menjadi motor penggerak dalam mengoptimalkan fungsi masjid sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
“Pemerintah Kota Banjar siap untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dengan DMI Kota Banjar dalam berbagai program keagamaan,” katanya.
Sudarsono juga menyampaikan apresiasi kepada para imam dan muazin yang selama ini menjalankan peran penting dalam menjaga kehidupan moral dan spiritual masyarakat.
Menurutnya, insentif yang diberikan pemerintah memang tidak sebanding dengan keikhlasan dan pengabdian para imam serta muazin. Namun, bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi dan dukungan pemerintah.
“Insentif yang diserahkan hari ini nilainya tidak sebanding dengan keikhlasan, ketulusan dan pengabdian yang telah Bapak-bapak berikan setiap hari. Ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan dari pemerintah,” ujarnya.
Ia berharap para imam dan muazin terus menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah Islamiyah serta membantu menciptakan suasana masyarakat yang aman, ramah dan harmonis.
“Mari kita jadikan masjid sebagai tempat yang ramah, aman dan nyaman, serta menjaga persatuan dan kesatuan di antara kita,” kata Sudarsono.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru DMI Kota Banjar, pemerintah daerah berharap organisasi tersebut semakin aktif menggerakkan kemakmuran masjid dan memberikan kontribusi dalam pembangunan kehidupan keagamaan serta sosial masyarakat Kota Banjar. (Ucup)






