Berita  

Ombak Tinggi Seret Dua Bocah di Pantai Pangandaran, Satu Hilang

Lokasi dua remaja terseret arus ombak pantai Timur. Foto: ist/JMN

Pangandaran, JurnalMediaNetwork – Kecelakaan laut terjadi di kawasan Pantai Timur Pangandaran, tepatnya di depan Piamari, Jumat pagi, 27 Maret 2026. Seorang remaja dilaporkan hilang setelah terseret arus, sementara satu korban lainnya berhasil diselamatkan.

Korban yang belum ditemukan hingga kini adalah Muhamad Luthfi Padilah, 14 tahun, pelajar asal Dusun Kalapa Tiga, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran. Adapun korban selamat, Muhamad Harian Azam, 11 tahun, berasal dari desa yang sama.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, Yahdi Muhajatun Arifin, 16 tahun, ketiganya berada di lokasi pantai yang bukan merupakan kawasan wisata maupun zona aman untuk berenang.

Saat kejadian, dua korban berenang di sekitar area pemecah ombak (breakwater), sementara Yahdi berada di atas struktur tersebut. Ombak tinggi dan arus kuat tiba-tiba menyeret keduanya ke tengah laut.

Baca Juga :  Lonjakan Wisatawan Picu Sampah di Pangandaran Tembus 30 Ton per Hari

“Saya sempat berupaya menolong dengan berenang ke arah korban. Namun, derasnya arus dan hantaman ombak membuat salah satu korban terlepas dari jangkauan,” kata Yahdi kepada wartawan, Jumat 27 Maret 2026.

Kendati demikian, kata dia, dirinya hanya berhasil menyelamatkan Azam ke tepi pantai.

“Namun sayang, korban Luthfi tidak kembali terlihat di permukaan,” ucapnya dengan penuh sesal.

Warga sekitar kemudian dikerahkan untuk membantu pencarian. Upaya itu dilanjutkan oleh tim gabungan setelah laporan diterima aparat kepolisian.

Kepala Kepolisian Resor Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, mengatakan lokasi kejadian bukan area resmi untuk berenang.

“Wilayah ini bukan zona wisata, melainkan pinggir pantai kampung. Saat kejadian juga sepi, tanpa pengawasan,” ujarnya.

Baca Juga :  Edukasi Air Bersih, MI Banjar 2 Ajak Siswa Belajar Langsung ke Perumda

Polisi, kata dia, telah mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta berkoordinasi dengan tim pencarian.

Ikrar mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di kawasan pantai yang tidak memiliki pengawasan.

“Kondisi ombak sedang tinggi dan arus kuat. Masyarakat diminta hanya berada di area yang telah ditentukan demi keselamatan,” tandasnya. (Andriansyah)