Berita  

Kota Banjar Diterjang Cuaca Ekstrem, Banjir dan Pohon Tumbang Terjadi

Cuaca ekstrem melanda Kota Banjar pada Sabtu, 28 Maret 2026. Hujan deras yang disertai angin kencang memicu banjir di sejumlah titik pusat kota serta menyebabkan pohon tumbang di berbagai wilayah. Foto: ist/JMN

Banjar, JurnalMediaNetwork — Cuaca ekstrem melanda Kota Banjar pada Sabtu, 28 Maret 2026. Hujan deras yang disertai angin kencang memicu banjir di sejumlah titik pusat kota serta menyebabkan pohon tumbang di berbagai wilayah.

Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga, terutama di kawasan permukiman dan akses jalan utama. Sejumlah laporan menyebutkan pohon tumbang menutup badan jalan hingga menimpa bangunan milik warga.

Albani, warga Lingkungan Pamongkoran RT 01/RW 19, Kelurahan Banjar, mengatakan sebuah pohon tumbang menimpa rumah tetangganya saat hujan deras dan angin kencang terjadi.

“Kejadiannya tiba-tiba, pohon langsung tumbang dan menimpa rumah,” ujarnya.

Selain itu, genangan air dilaporkan muncul di sejumlah ruas jalan di pusat kota. Kondisi ini berdampak pada kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat.

Baca Juga :  Terekam CCTV, Pelaku Pembobolan Rumah di Pangandaran Dibekuk Polisi

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Bayu, membenarkan adanya laporan pohon tumbang dari beberapa wilayah. Menurut dia, laporan mulai masuk sejak hujan deras disertai angin kencang melanda.

“Petugas sudah menerima laporan dari beberapa titik dan langsung bergerak melakukan penanganan,” kata Bayu.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Ruhimat, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Ia meminta warga menghindari berteduh di bawah pohon besar atau berada di dekat bangunan yang berisiko saat hujan dan angin kencang.

Ruhimat juga meminta masyarakat segera melaporkan potensi bahaya di lingkungan sekitar, seperti pohon rawan tumbang atau saluran air yang tersumbat, agar dapat segera ditangani petugas.

Baca Juga :  Terminal Banjar Dipadati Pemudik, Arus Balik Lebaran Belum Surut

Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan terjadi di sejumlah lokasi terdampak.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya evaluasi infrastruktur perkotaan, terutama sistem drainase dan pemeliharaan pohon di ruang terbuka hijau. Tanpa penanganan yang memadai, risiko dampak cuaca ekstrem berpotensi berulang dan terus mengganggu aktivitas masyarakat.

Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan. (Andriansyah)