Berita  

Wali Kota Banjar Buka Suara soal Video Mobil Dinas Ugal-Ugalan, Pengguna Akan Dipanggil

Banjar, JurnalMediaNetwork — Wali Kota Banjar, Sudarsono, merespons video viral yang diduga memperlihatkan kendaraan dinas milik Pemerintah Kota Banjar melaju secara ugal-ugalan di jalan raya.

Pemerintah Kota Banjar, kata dia, masih menunggu klarifikasi dari pihak yang menggunakan kendaraan tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Sudarsono mengatakan pihaknya telah menerima informasi beserta rekaman video yang beredar di media sosial. Namun, ia menegaskan belum bisa memberikan kesimpulan ataupun pernyataan resmi sebelum proses pemanggilan dan klarifikasi dilakukan.

“Informasi yang masuk ke saya, termasuk video-videonya, sudah ada. Tapi untuk lebih jelasnya saya belum bisa memberikan statement apa pun sebelum kita panggil yang menggunakan mobil tersebut,” ujar Sudarsono kepada wartawan di pendopo Wali Kota Banjar, Kamis 14 Mei 2026 petang.

Baca Juga :  120 KPM di Banjar Terima Paket Sembako dari Program Berdaya Bantu 2026

Ia menyebut kendaraan dengan nomor pelat Z 18 X itu merupakan kendaraan dinas milik Dinas Arsip Pemerintah Kota Banjar. Meski demikian, ia belum memastikan siapa yang saat itu berada di balik kemudi.

“Kalau itu kendaraan Dinas Arsip,” katanya singkat.

Terkait kemungkinan sanksi apabila dugaan pelanggaran tersebut terbukti benar, Sudarsono menyatakan pemerintah daerah akan terlebih dahulu meminta penjelasan dari pihak terkait.

“Nanti saya tanya dulu, yang membawa kepala dinasnya atau hanya menjemput. Itu nanti baru kita sikapi,” ucapnya.

Berdasarkan informasi sementara yang diterima, kendaraan tersebut disebut tengah melakukan perjalanan dari Bandung menuju Banjar setelah menjemput anak.

“Kalau tidak salah dari Bandung ke Banjar, habis menjemput anaknya,” tambahnya.

Baca Juga :  Audiensi Petani dan BBWS Capai Kesepakatan, Sungai Cisel Akan Dinormalisasi

Meski kasus tersebut telah ramai diperbincangkan publik di media sosial, Sudarsono meminta masyarakat menunggu hasil klarifikasi resmi agar tidak terjadi kesalahan informasi.

“Belum, belum. Nanti kita lihat. Soalnya harus dipanggil dulu. Kita takut kalau memberikan pernyataan itu salah,” katanya.

Ia memastikan Pemerintah Kota Banjar akan menyampaikan hasil klarifikasi kepada publik setelah proses pemanggilan selesai dilakukan.

“Kalau memang itu, tetap harus bareng-bareng kita memberikan statement permasalahan biar dia (sopir.red) menjelaskan,” pungkasnya. (Ucup)