Banjar, JurnalMediaNetwork — Puluhan petani dari wilayah Kertajaya mendatangi kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy untuk menyampaikan keluhan terkait banjir yang merendam lahan pertanian mereka.
Dalam audiensi itu, BBWS memastikan akan menindaklanjuti penanganan Sungai Cisel melalui program normalisasi.
Perwakilan petani Kertajaya, Narsum Darmawanto, mengatakan pihak BBWS menerima aspirasi warga dan berjanji segera melakukan pengecekan lapangan.
“Besok akan dicek langsung ke lapangan,” kata Narsum seusai audiensi.
Menurut dia, hasil pertemuan tersebut memberi kepastian mengenai rencana normalisasi Sungai Cisel yang selama ini dianggap menjadi sumber persoalan banjir di wilayah pertanian warga.
“Artinya sudah jelas akan ada normalisasi Cisel,” ujarnya.
Humas BBWS Citanduy, Rahmat, mengatakan pihaknya sebenarnya telah melakukan penanganan di wilayah Maruyungsari dan Sungai Cisel meski terkendala keterbatasan anggaran.
“Untuk penanganan Sungai Cisel kami tetap melakukan tindakan walaupun anggaran terbatas,” kata Rahmat.
Ia menyebut warga meminta sejumlah titik rawan banjir diprioritaskan dalam pengerjaan. Menurut dia, usulan tersebut sejalan dengan rencana yang telah disusun BBWS.
Rahmat mengatakan terdapat lima poin kesepakatan yang menjadi prioritas penanganan. Salah satunya mengaktifkan kembali alur lama sungai guna mengurangi luapan air ke area persawahan.
Ia mengakui banjir yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan kerugian besar bagi petani. Banyak lahan pertanian mengalami gagal panen akibat luapan air.
“Selama empat tahun terakhir dampaknya cukup besar terhadap hasil panen warga,” ujarnya.
Menurut Rahmat, BBWS sebelumnya telah mengajukan program penanganan ke pemerintah pusat. Namun anggaran yang tersedia belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan sehingga pekerjaan dilakukan secara bertahap.
“Hari ini tinggal disinkronkan dengan harapan masyarakat terkait prioritas penanganan,” kata dia.
Hasil audiensi itu disambut positif oleh para petani. BBWS memastikan pengecekan lapangan dan langkah awal penanganan akan dilakukan dalam waktu dekat. (Ucup)






