Berita  

BBM Langka, Pengendara Bogor Jadi Korban Buruknya Distribusi

Puluhan Kendaraan roda dua dan Truk besar tampak mengantre saat akan mengisi BBM di SPBU Ciherang Pondok Kabupaten Bogor.

Bogor, JurnalMediaNetwork – Warga Bogor kembali dibuat resah. Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), terutama jenis Pertalite dan Solar. Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat karena aktivitas harian terganggu dan waktu habis hanya untuk mengantre.

Di sejumlah titik, antrean kendaraan bahkan meluber hingga badan jalan. Pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain setelah mendapat informasi stok BBM kosong atau dibatasi. Situasi itu terjadi di antaranya SPBU Pasirmuncang, Ciherang hingga SPBU Cikereteg, Kabupaten Bogor.

Ironisnya, hingga antrean semakin panjang, masyarakat mengaku minim memperoleh kepastian mengenai penyebab terganggunya pasokan maupun kapan distribusi kembali normal. Ketidakjelasan informasi justru memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Bertahun-tahun Menunggu Bantuan, Rumah Pengamen di Ciamis Kian Memprihatinkan Setelah Gempa

Salah seorang pengendara mobil Pick Up  Asep (31) menyebutkan, persoalan ini bukan sekadar soal mengisi tangki kendaraan. Banyak pekerja, pelaku usaha kecil, pengemudi ojek online, hingga sopir angkutan yang menggantungkan penghasilannya pada kelancaran distribusi BBM.

“Ketika pasokan tersendat, produktivitas ikut terganggu dan biaya operasional meningkat,” cetusnya saat berbincang disela-sela mengantre di SPBU Ciherang.

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi pekerjaan rumah bagi pihak terkait untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal sekaligus memberikan informasi yang terbuka kepada masyarakat.

“Transparansi dinilai penting agar warga tidak terjebak kepanikan yang justru memperparah antrean di SPBU,” katanya.

Menurutt dia, BBM merupakan kebutuhan dasar mobilitas masyarakat. Karena itu, setiap gangguan distribusi seharusnya dapat diantisipasi lebih cepat melalui koordinasi yang efektif serta komunikasi publik yang jelas.

Baca Juga :  Parkir Dipusatkan, Akses Pantai Pangandaran Dibatasi

“Tanpa langkah tersebut, masyarakat kembali menjadi pihak yang harus menanggung dampak paling besar dari persoalan distribusi energi,” keluh Asep.

Hingga kini, antrean kendaraan masih dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Bogor, sementara masyarakat berharap pasokan segera kembali normal agar aktivitas dapat berjalan tanpa hambatan.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina maun pihak SPBU di beberapa titik yang dipadati antrean puluhan kendaran baik roda dua maupun roda empat bahkan truk-truk besar.  (red)