Berita  

Citanduy Kembali Berduka, Remaja 16 Tahun Meregang Nyawa Saat Berenang

Banjar, JurnalMediaNetwork – Peristiwa tenggelamnya seorang remaja di aliran Sungai Citanduy kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di kawasan sungai yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Seorang remaja berinisial Riki Andita (16), warga Dusun Cijambu, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang bersama sejumlah rekannya di aliran Sungai Citanduy, Dusun Karangpucung Kulon, Desa Jajawar, Kecamatan Banjar, Rabu (24/6/2026).

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjar, Yudi Andiana, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban saat itu tengah berenang bersama enam orang temannya di lokasi yang dikenal memiliki bagian aliran cukup dalam.

Baca Juga :  Serentak di Jabar, 234 SC Pangandaran Salurkan Santunan dan Takjil

“Anak tersebut atas nama Riki, usia 16 tahunan. Diduga berenang sama enam rekannya di aliran Sungai Citanduy,” ujar Yudi.

Dari tujuh anak yang berenang, hanya korban yang dilaporkan tenggelam. Upaya pencarian segera dilakukan setelah korban tidak terlihat muncul ke permukaan.

Beruntung, jasad korban dapat ditemukan tidak lama setelah kejadian oleh warga yang sedang beraktivitas di sekitar sungai.

“Ditemukan kebetulan oleh warga yang sedang berburu ikan,” kata Yudi.

Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban tidak dibawa ke instalasi pemulasaran jenazah rumah sakit. Atas permintaan pihak keluarga, korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

“Langsung dibawa ke rumah duka atas permintaan keluarga,” tambahnya.

Baca Juga :  Camat Langensari Jadi Motivator Pelatihan Listrik BLK Kota Banjar

Pasca kejadian tersebut, BPBD Kota Banjar kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di aliran sungai, terutama saat musim tertentu yang dapat menyebabkan perubahan kondisi arus maupun kedalaman air.

Yudi juga mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak di luar rumah, khususnya ketika bermain di kawasan sungai atau lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Untuk para orang tua diharapkan lebih mengawasi anak-anaknya bermain. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Peristiwa ini menambah daftar insiden kecelakaan air yang terjadi di aliran Sungai Citanduy. Masyarakat diharapkan semakin meningkatkan kesadaran terhadap aspek keselamatan guna mencegah kejadian serupa kembali terjadi. (Johan Wijaya)