Wisata  

Dari Parkir hingga PKL, Penataan Wisata Pangandaran Disebut Kian Tertib

Antrean kendaraan di Pantai Timur Pangandaran saat terjebak kemacetan. Foto: ist/JMN

Pangandaran, JurnalMediaNetwork – Di tengah masih berulangnya persoalan klasik pariwisata di sejumlah daerah, mulai dari kemacetan, semrawutnya pedagang kaki lima, hingga sampah Kabupaten Pangandaran dinilai menunjukkan lompatan dalam penataan kawasan wisata. Pembenahan yang dilakukan pemerintah daerah disebut lebih terukur dan konsisten dibanding sejumlah destinasi lain di Jawa Barat.

Praktisi hukum dan pemerhati kebijakan publik Fredy Kristanto menilai kemajuan itu terlihat dari pembenahan infrastruktur dasar, penataan ruang publik, hingga pengelolaan lalu lintas kendaraan dan parkir di kawasan wisata. Menurut dia, arah kebijakan tersebut mulai memberi dampak nyata pada kenyamanan pengunjung.

“Pangandaran memperlihatkan progres yang nyata. Penataan kawasan wisata lebih terarah, sehingga memberikan kenyamanan bagi wisatawan,” kata Fredy, Ahad, 29 Maret 2026.

Baca Juga :  H+2 Lebaran, Pengunjung Citumang Tembus 1.654 Orang

Tak hanya pada wajah kawasan, pembenahan juga menyasar sektor pendukung. Penataan pedagang kaki lima, pengawasan harga jasa dan kuliner, serta penguatan kebersihan dinilai berjalan lebih tertib. Langkah ini, menurut Fredy, menjadi elemen penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus membangun iklim pariwisata yang sehat.

Ia menilai sejumlah inovasi seperti pusat informasi wisata, zona steril pedagang di titik tertentu, serta sistem kebersihan yang lebih terintegrasi menjadi pembeda Pangandaran dari kawasan wisata lain di Jawa Barat.

Kesiapan itu semakin terlihat saat menghadapi lonjakan wisatawan pada musim liburan. Dibanding beberapa daerah yang masih disibukkan oleh kepadatan lalu lintas dan penumpukan sampah, Pangandaran dinilai lebih siap dengan pola pengelolaan yang terorganisasi.

Baca Juga :  Lonjakan Wisatawan di Pangandaran, PHRI Soroti Fasilitas Parkir dan Toilet

“Ini menunjukkan adanya keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran terus menegaskan komitmen memperkuat kualitas destinasi melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan pembenahan yang terus berlanjut, Pangandaran dinilai tak hanya menjual lanskap pantai, tetapi juga pengalaman wisata yang nyaman, aman, dan tertata. (*)