Banjar, JurnalMediaNetwork – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Desa Kujangsari, Kota Banjar, tidak hanya diisi kegiatan keagamaan. Melalui rangkaian Sedekah Bumi dan Tabligh Akbar, masyarakat memanfaatkan momentum tersebut sebagai wadah memperkuat kolaborasi sosial sekaligus menggerakkan potensi ekonomi desa.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari itu melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh agama, pelaku UMKM, BUMDes, hingga Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STISIP Bina Putera Banjar. Ratusan warga tampak mengikuti seluruh rangkaian acara yang diawali dengan doa bersama, prosesi Sedekah Bumi, dan ditutup dengan Tabligh Akbar.
Kepala Desa Kujangsari, Mujahid, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat.
“Sedekah Bumi bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan dan menjaga nilai religius dalam kehidupan bermasyarakat. Kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini menjadi modal sosial untuk mewujudkan Desa Kujangsari yang religius, harmonis, maju, dan sejahtera,” ujarnya.
Selain aspek spiritual, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan desa melalui bazar yang digelar di lokasi acara. Kehadiran bazar mendapat sambutan positif dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal dan membeli produk lokal.
Dalam pelaksanaannya, Mahasiswa KKN STISIP Bina Putera Banjar turut ambil bagian dalam berbagai aspek kegiatan, mulai dari koordinasi lapangan, publikasi, dokumentasi, hingga pendampingan bazar UMKM.
Ketua Kelompok KKN STISIP Bina Putera Banjar, Zidan Fitransyah, mengatakan keterlibatan mahasiswa merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya membangun sinergi dengan pemerintah desa.
“Kami ingin hadir bukan hanya menjalankan program KKN, tetapi menjadi bagian dari masyarakat Desa Kujangsari. Melalui kolaborasi ini kami membantu menyukseskan kegiatan sekaligus mendukung promosi produk lokal bersama BUMDes dan UMKM,” katanya saat ditemui awak media, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, tingginya partisipasi warga selama kegiatan menunjukkan semangat gotong royong masih terjaga dengan baik. Hal tersebut menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan desa yang berbasis partisipasi masyarakat.
“Semangat kebersamaan yang kami rasakan selama kegiatan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. Kami berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjalin untuk mendukung pembangunan desa,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Kujangsari berharap semangat hijrah tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan ibadah, tetapi juga melalui penguatan persatuan, pelestarian budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kolaborasi lintas elemen yang terbangun dalam Sedekah Bumi dan Tabligh Akbar diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya Desa Kujangsari yang religius, mandiri, dan sejahtera. (Johan Wijaya)






