Berita  

Perkuat Harmoni dan Kewaspadaan Dini Hadapi Konflik Sosial, Kesbangpol Banjar Lakukan Ini 

Banjar, JurnalMediaNetwork – Pemerintah Kota Banjar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar kegiatan Sinergitas Forkopimda Membangun Harmoni Indonesia dalam Mewujudkan Stabilitas Daerah melalui Kewaspadaan Dini dan Penanganan Konflik Sosial Tingkat Kota Banjar Tahun 2026.

Kegiatan tersebut menjadi forum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan masyarakat.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Banjar Wawan menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, camat, lurah, kepala desa, serta seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kewaspadaan dini terhadap berbagai potensi konflik sosial.

Menurutnya, forum tersebut juga menjadi sarana menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kapasitas aparatur kewilayahan dalam mendeteksi potensi persoalan sejak dini agar dapat diselesaikan secara cepat, tepat, dan persuasif.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Banjar dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus memperkuat harmoni masyarakat melalui kolaborasi seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat,” ujar Wawan.

Sementara itu, Wali Kota Banjar H. Sudarsono menegaskan bahwa menjaga stabilitas daerah merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, stabilitas yang terpelihara akan menciptakan iklim yang kondusif bagi penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Kemenag Jabar Satukan Energi Kolektif Lewat Agenda NGAGAS TIPIS 2026

“Dalam kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, potensi gangguan keamanan maupun konflik sosial dapat muncul kapan saja. Karena itu, kemampuan melakukan deteksi dini, membangun komunikasi yang efektif, dan mengambil langkah pencegahan menjadi faktor yang sangat menentukan dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat,” ujar Sudarsono.

Ia menambahkan, keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial yang dimiliki masyarakat Indonesia, termasuk Kota Banjar, merupakan kekuatan yang harus terus dipelihara. Nilai toleransi, saling menghormati, dan semangat gotong royong menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.

Pada kesempatan tersebut, Sudarsono juga menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Banjar terhadap pelaksanaan Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) Tahun 2026 sebagai instrumen untuk mengukur tingkat keharmonisan masyarakat.

Menurutnya, hasil pengukuran IHAI akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang lebih efektif guna memperkuat persatuan, toleransi, dan stabilitas daerah.

Ia menjelaskan, pengukuran IHAI mencakup empat dimensi utama, yakni ekonomi dengan bobot 30 persen, keberagaman 25 persen, sosial 23 persen, dan budaya 22 persen. Keempat dimensi tersebut diwujudkan melalui delapan aspek penting, mulai dari penguatan ketahanan ekonomi, moderasi beragama, penguatan kehidupan sosial, pemberdayaan perempuan, pemuda dan kelompok marginal, hingga pelestarian budaya lokal dan penguatan akulturasi budaya.

Baca Juga :  Ahmad Fikri: NGAGAS TIPIS Jadi Wujud Kehadiran Negara dalam Penentuan Awal Hijriah

“Seluruh proses pengukuran melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, tokoh agama, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, pelaku usaha, petani, nelayan, mahasiswa hingga elemen masyarakat lainnya sehingga hasilnya benar-benar mencerminkan kondisi riil Kota Banjar,” katanya.

Wali Kota mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Banjar, Forkopimda, serta seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kewaspadaan dini dan penanganan konflik sosial.

Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas camat, lurah, dan kepala desa dalam mendeteksi potensi permasalahan sejak dini, memperkuat komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat, serta mendorong penyelesaian konflik secara cepat, tepat, dan persuasif.

Selain itu, Sudarsono mengingatkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, seluruh pihak harus lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, khususnya yang berpotensi memicu kesalahpahaman maupun konflik di tengah masyarakat.

“Kebersamaan, komunikasi yang baik, dan sinergi semua pihak merupakan kunci utama dalam menjaga Kota Banjar tetap aman, damai, dan harmonis,” pungkasnya. (Ucup)