Banjar, JurnalMediaNetwork – Warga Kota Banjar digegerkan dengan penemuan jenazah seorang remaja laki-laki di aliran Sungai Citanduy, wilayah Kecamatan Pataruman, Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 11.20 WIB.
Korban diketahui bernama Wapa Rizki Gojali, 17 tahun, warga Bobojong, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Jenazah korban ditemukan mengambang di tengah aliran sungai oleh seorang warga yang sedang memancing.
Salah seorang saksi mata, Galisandi Pratama, menuturkan, awalnya ia tidak menyadari bahwa benda yang terlihat mengambang di tengah sungai merupakan tubuh manusia. Setelah melihat lebih jelas dari posisinya, ia baru mengetahui bahwa benda tersebut adalah jenazah.
Melihat kondisi itu, Galisandi berinisiatif membantu mengait tubuh korban menggunakan alat pancing. Pada percobaan pertama, kail belum mengenai tubuh korban. Namun, pada percobaan kedua, ia berhasil mengaitnya.
“Saya awalnya tidak tahu kalau itu mayat. Setelah berdiri dan melihat lebih jelas, ternyata benar. Saya kemudian berinisiatif mengaitnya menggunakan pancing,” tutur Galisandi.
Kapolsek Pataruman, Iptu Hermawan, mengatakan pihaknya menerima laporan penemuan jenazah sekitar pukul 11.00 WIB. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 11.20 WIB untuk melakukan penanganan dan evakuasi bersama BPBD, PMI, serta masyarakat.
“Setelah menerima laporan, kami langsung menuju lokasi. Proses evakuasi dilakukan bersama unsur terkait karena lokasi penemuan cukup sulit dijangkau melalui jalur darat,” kata Hermawan.
Menurutnya, proses evakuasi dilakukan dengan bantuan perahu yang berada di sekitar lokasi. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan identifikasi awal, korban diketahui merupakan warga Kota Banjar. Hermawan mengatakan, dari keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi yang kerap kambuh.
Dugaan sementara, korban mengalami kecelakaan di sungai ketika penyakitnya kambuh. Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut tetap mengacu pada hasil pemeriksaan lebih lanjut.
“Dari keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi yang sering kambuh. Dugaan sementara ini merupakan kecelakaan,” ujarnya.
Hermawan menambahkan, berdasarkan pemeriksaan awal secara fisik, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi jenazah saat ditemukan juga masih relatif segar.
Sementara itu, Aep, orang tua korban, membenarkan bahwa jenazah tersebut merupakan anaknya. Berdasarkan informasi keluarga, Wapa diketahui meninggalkan rumah sekitar pukul 06.00 WIB pada Sabtu pagi.
Kepergian Wapa untuk terakhir kalinya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Pihak kepolisian pun menyampaikan belasungkawa dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Hingga proses penanganan berlangsung, kepolisian melakukan koordinasi terkait penanganan jenazah dan pendalaman informasi mengenai peristiwa tersebut. (Ucup)






