Berita  

Dinamika Musorkot Banjar, Ketua PSSI Pilih Mundur dan Soroti Keterbukaan Keuangan

Banjar, JurnalMediaNetwork – Keputusan Ketua PSSI Kota Banjar, A. Anggi D. Sihombing, SH, mundur dari posisi pimpinan sidang tetap Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) VI KONI Kota Banjar bukan sekadar persoalan dinamika forum.

Ia menegaskan, keputusan tersebut diambil atas alasan prinsipil yang berkaitan dengan transparansi laporan pertanggungjawaban KONI Kota Banjar periode 2022–2026.

Anggi yang saat Musorkot berada dalam posisi sebagai pimpinan sidang tetap sekaligus Ketua PSSI Kota Banjar, harus mengambil sikap setelah cabang olahraga yang dipimpinnya memilih walkout bersama sejumlah cabor lainnya.

Menurut Anggi, dinamika yang terjadi dalam Musorkot masih merupakan bagian dari proses demokrasi. Namun, posisinya sebagai pimpinan cabor membuat dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk menyikapi persoalan yang berkembang dalam forum.

“Saya sebagai pimpinan sidang tetap sekaligus Ketua Cabor, tentunya memiliki tanggung jawab moral kepada cabor yang saya pimpin. Karena itu, saya memutuskan untuk mundur dari pimpinan sidang tetap,” ujar Anggi dalam keterangannya. Minggu (30/8/3026) kepada awak media.

Meski demikian, Anggi menegaskan dirinya tidak meninggalkan tanggung jawab sebagai pimpinan sidang begitu saja. Sebelum mengambil keputusan, ia terlebih dahulu menskors persidangan selama sekitar lima menit.

Skors tersebut dimanfaatkan untuk berdiskusi dengan perwakilan KONI Provinsi Jawa Barat. Salah satu hal yang dikonsultasikan adalah mengenai keberlangsungan Musorkot setelah 10 cabor memilih walkout, termasuk konsekuensi apabila dirinya juga mengundurkan diri dari pimpinan sidang.

Baca Juga :  Musorkot KONI Kota Banjar Diwarnai Walk Out 10 Cabang Olahraga

“Secara garis besar, hasil diskusi menyatakan bahwa sidang masih bisa dilanjutkan walaupun saya mundur. Karena itu, saya merasa tugas saya sebagai pimpinan sidang sudah saya jalankan. Saya tidak ingin sidang terhenti hanya karena saya mundur,” katanya.

Setelah mendapatkan kepastian tersebut, Anggi kembali membuka persidangan. Ia kemudian menyampaikan keputusan untuk mundur dari pimpinan sidang tetap sebelum akhirnya meninggalkan arena Musorkot bersama cabor yang memilih walkout.

Namun, Anggi menegaskan bahwa inti persoalan yang menjadi dasar sikapnya bukan semata-mata persoalan perbedaan pandangan dalam forum Musorkot.

“Alasan saya mundur adalah alasan prinsipil, yaitu mengenai transparansi laporan pertanggungjawaban KONI periode 2022 sampai 2026. Saya berpandangan bahwa dalam hal keuangan harus ada transparansi,” tegasnya.

Menurut dia, laporan pertanggungjawaban organisasi, terutama yang berkaitan dengan keuangan, harus dapat diketahui secara terbuka oleh cabang olahraga yang berada di bawah KONI Kota Banjar. Transparansi tersebut dinilai penting agar penggunaan anggaran organisasi dapat dipahami secara rinci dan tidak menimbulkan pertanyaan di kemudian hari.

Sikap tersebut, lanjut Anggi, pada prinsipnya sejalan dengan alasan sejumlah cabor lain yang memilih meninggalkan forum Musorkot.
Meski mengambil sikap walkout dan mundur dari pimpinan sidang, Anggi memastikan dirinya tidak akan menarik diri dari upaya memajukan olahraga Kota Banjar.

Baca Juga :  Sempat Dipukuli Warga, Terduga Curanmor di Pangandaran Diamankan Polisi

Ia bahkan menyatakan tetap mendukung siapapun yang nantinya terpilih dalam Musorkot VI KONI Kota Banjar.

“Saya tetap mendukung siapapun yang terpilih dari hasil Musorkot. Selama untuk kemajuan olahraga Kota Banjar, saya pasti mendukung. Dengan catatan, transparansi keuangan harus terbuka dan diketahui secara rinci oleh cabor-cabor di bawah KONI Kota Banjar,” ujarnya.

Sementara terkait sah atau tidaknya hasil Musorkot VI KONI Kota Banjar, Anggi memilih tidak memberikan penilaian. Menurutnya, persoalan tersebut bukan kewenangannya.
“Masalah sah dan tidaknya hasil Musorkot bukan ranah saya untuk berkomentar. Itu menjadi ranah KONI Jawa Barat untuk memutuskan,” katanya.

Anggi mengaku mengetahui proses yang berlangsung sejak pembentukan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) hingga pelaksanaan Musorkot. Namun, ia menyerahkan penilaian terhadap prosedur dan keabsahan hasil forum kepada KONI Provinsi Jawa Barat sesuai kewenangan organisasi.

Di tengah polemik yang berkembang, Anggi menegaskan satu hal: sikap yang diambilnya tidak boleh dimaknai sebagai upaya untuk menghambat pembinaan olahraga di Kota Banjar.

Ia memastikan akan tetap berada di jalur pembinaan olahraga, khususnya sepak bola yang menjadi cabang olahraga yang dipimpinnya.

“Pada akhirnya, saya tetap akan berupaya memajukan olahraga Kota Banjar, khususnya cabor saya yaitu sepak bola, dengan semaksimal mungkin,” pungkasnya. (Joe)