Banjar, JurnalMediaNetwork – Perum DAMRI menyiapkan layanan transportasi rute Banjar-Pangandaran yang ditargetkan mulai beroperasi pada awal Desember 2026. Pada tahap awal, dua armada minibus akan dikerahkan dengan titik keberangkatan dari shelter di kawasan Lapang Trilogi, tepatnya di sisi Gedung DPRD Kota Banjar.
Pembukaan rute tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Banjar dan Perum DAMRI yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Pendopo Kota Banjar, Jumat (30/10/2026).
Wali Kota Banjar H. Sudarsono menandatangani kesepakatan tersebut didampingi Wakil Wali Kota H. Supriatna. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Banjar turut menghadiri kegiatan itu.
Jendral Manager DAMRI Cabang Bandung, Ferdik, mengatakan layanan tersebut dirancang untuk mengintegrasikan akses transportasi dari Stasiun Banjar menuju kawasan wisata Pangandaran.
Dalam skema operasional yang disiapkan, penumpang yang tiba di Stasiun Banjar terlebih dahulu diangkut menuju shelter di Lapang Trilogi menggunakan angkutan penghubung yang disiapkan pemerintah daerah. Selanjutnya, perjalanan menuju Pangandaran dilayani armada DAMRI.
“Untuk rencana launching-nya pada awal Desember tahun ini,” kata Ferdik.
Pada tahap awal, DAMRI akan mengoperasikan dua minibus untuk melayani perjalanan pulang-pergi Banjar-Pangandaran. Shelter di kawasan Lapang Trilogi akan menjadi titik keberangkatan sekaligus pusat pelayanan penumpang di Kota Banjar.
Adapun tarif perjalanan dari shelter Banjar menuju Pangandaran diperkirakan sekitar Rp80 ribu per penumpang. Namun, tarif tersebut belum termasuk ongkos angkutan dari Stasiun Banjar menuju shelter.
“Kalau tarif dari stasiun ke sini, kami belum tahu karena itu bagian pemerintah kota yang akan mengatur. Sementara tarif DAMRI dari sini ke Pangandaran sekitar Rp80 ribu,” ujarnya.
Skema tersebut menempatkan Pemkot Banjar sebagai penyedia angkutan pengumpan dari stasiun, sedangkan DAMRI bertanggung jawab menyediakan layanan transportasi lanjutan menuju Pangandaran.
Kehadiran rute ini diharapkan menjadi alternatif perjalanan bagi wisatawan, khususnya mereka yang menggunakan kereta api dan ingin melanjutkan perjalanan menuju destinasi wisata di pesisir selatan Jawa Barat.
Meski demikian, sejumlah aspek teknis masih perlu dipastikan sebelum layanan resmi beroperasi. Di antaranya jadwal keberangkatan, kesiapan angkutan pengumpan, mekanisme perpindahan penumpang, hingga integrasi tarif antarmoda.
Kejelasan aspek tersebut menjadi penting agar penumpang tidak menghadapi kendala saat berpindah dari kereta api ke angkutan penghubung, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan DAMRI.
Sebab, keberadaan dua armada dan shelter belum otomatis menjamin konektivitas transportasi berjalan efektif. Kepastian jadwal, kemudahan akses, kenyamanan perjalanan, serta keterjangkauan biaya akan menjadi faktor penentu keberhasilan layanan Banjar-Pangandaran tersebut. (Ucup)
kuti Media Sosial Kami di Bawah Ini :
jurnalmedianetwork.com
x.com/RedaksiJurnal
infoviralterkini20 





