Motivator Masuk Kelas, Siswa Diajak Pikir Ulang Arti Sukses

Motivator Masuk Kelas, Siswa Diajak Pikir Ulang Arti Sukses. Foto: Ist/JMN

Banjar, JurnalMediaNetworkMTs Negeri 1 Banjar menegaskan kembali fokusnya pada pembentukan karakter siswa melalui kegiatan pendidikan karakter yang digelar di lingkungan sekolah. Seluruh siswa dilibatkan dalam kegiatan ini, yang diarahkan untuk menanamkan nilai moral dan kepribadian sejak dini.

Kepala madrasah, Agus Dayusman, mengatakan pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam proses belajar. Menurut dia, keberhasilan siswa tak semata ditentukan oleh capaian akademik, melainkan juga oleh sikap dan perilaku sehari-hari.

“Sekolah ingin membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab,” kata Agus dalam sambutannya.

Untuk memperkuat materi, pihak sekolah menghadirkan motivator pendidikan, Ivan. Ia menekankan pentingnya pembiasaan nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, dan kedisiplinan dalam kehidupan siswa.

Baca Juga :  Rengganis Learning Center Dorong Pendidikan Non-Formal di Pangandaran

Menurut Ivan, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, melainkan juga kemampuan seseorang menjaga sikap, disiplin, serta tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari para guru. Salah satunya, Erwin, menilai program tersebut memberi manfaat nyata karena siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga dorongan motivasi yang dapat diterapkan dalam keseharian.

Rangkaian kegiatan diisi dengan sesi motivasi, diskusi interaktif, serta tanya jawab. Para siswa tampak aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait penerapan nilai karakter di sekolah maupun di rumah.

Seorang siswa, Rehan, 15 tahun, mengaku memperoleh pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut mulai menyadari pentingnya disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Guru dan Pegawai SMKN 4 Banjar Ditempa Lewat Long March hingga Outbound

Program ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menyeimbangkan capaian akademik dengan pembentukan akhlak. Pihak madrasah berharap kegiatan serupa dapat memberi dampak berkelanjutan dan membentuk generasi yang berintegritas. (Ucup)