Berita  

Kankemenag Banjar Respons Kritik PMII soal Nobar Persib-Persija

Banjar, JurnalMediaNetwork — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar Ahmad Fikri Firdaus memberikan penjelasan terkait kegiatan “Nobar Damai Persib vs Persija” yang digelar di Aula Graha Banjar Idaman pada Minggu 10 Mei 2026 kemarin.

Penjelasan itu disampaikan menyusul munculnya kritik dan masukan dari sejumlah elemen masyarakat, termasuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar.

Fikri mengatakan kegiatan nonton bareng tersebut sejak awal tidak dirancang sebagai agenda komersial. Menurut dia, acara itu dimaksudkan sebagai ruang silaturahmi sosial sekaligus upaya membangun suasana damai di tengah rivalitas sepak bola yang kerap memicu ketegangan.

“Kritik adalah bagian penting dari kehidupan demokrasi dan bentuk kepedulian masyarakat terhadap lembaga publik,” kata Fikri dalam keterangannya, Senin, 11 Mei 2026.

Ia menyebut kegiatan itu dihadiri sekitar seribuan warga yang sebagian besar merupakan kalangan muda. Menurut dia, acara berlangsung aman dan tertib serta menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan yang mengedepankan kebersamaan.

Baca Juga :  Halal Bihalal PPDI, Aksesibilitas dan Pendidikan Disabilitas Jadi Sorotan

Terkait adanya pungutan tiket masuk atau HTM, Fikri menjelaskan dana yang terkumpul digunakan untuk menunjang kebutuhan teknis penyelenggaraan acara. Biaya tersebut, kata dia, mencakup penyewaan fasilitas, layar, tata suara, keamanan, kebersihan, hingga operasional kegiatan lainnya.

“Kegiatan ini tidak berorientasi pada keuntungan pribadi maupun institusi,” ujarnya.

Meski demikian, Kementerian Agama Kota Banjar mengakui penggunaan nama lembaga negara dalam kegiatan publik memunculkan sensitivitas di tengah masyarakat, terutama berkaitan dengan pelayanan dan pembiayaan kegiatan. Karena itu, berbagai masukan yang muncul disebut akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan serupa ke depan.

“Kami percaya negara tidak boleh anti kritik. Kritik yang disampaikan dengan niat baik harus menjadi energi untuk memperbaiki diri,” kata Fikri.

Baca Juga :  Jaga Kondusivitas, TNI-Polri dan Pemda Pangandaran Turun Patroli Bersama

Ia menegaskan tujuan utama kegiatan tersebut bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola, melainkan menjaga ruang persaudaraan dan kedamaian sosial di tengah masyarakat.

“Rivalitas boleh hadir di lapangan, tetapi kedamaian sosial harus tetap menjadi rumah bersama,” ucapnya.

Di sisi lain, sejumlah pihak memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara tersebut. Mereka menilai kegiatan mampu berjalan lancar meski dipersiapkan dalam waktu relatif singkat.

Salah satu pihak yang terlibat dalam kegiatan itu menyebut keberhasilan acara tidak lepas dari kerja sama tim penyelenggara yang dinilai solid dan berpengalaman dalam menggelar kegiatan nonton bareng sepak bola. (Ucup)