Banjar, JurnalMediaNetwork — KCD Wilayah XIII Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Kick Off Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di SMKN 1 Banjar, Senin 18 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak se-Jawa Barat dan terhubung melalui Zoom bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kepala KCD Wilayah XIII Jawa Barat, Dwi Yanti Estriningrum, mengatakan pelaksanaan kick off menandai dimulainya proses SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB di wilayah Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Pangandaran.
“Hari ini kami dari KCD XIII wilayah Pangandaran, Kota Banjar, dan Kabupaten Ciamis melaksanakan kick off SPMB 2026/2027 secara serentak se-Jawa Barat. Tadi juga dibuka dan diberikan arahan langsung oleh Gubernur Jawa Barat melalui Zoom,” ujarnya.
Menurut Dwi Yanti, pada pelaksanaan SPMB tahun ini terdapat dua program penerimaan peserta didik, yakni program reguler dan program Sekolah Maung atau Sekolah Manusia Unggul.
Ia menjelaskan, pada program reguler kuota penerimaan dibagi dalam beberapa jalur, di antaranya zonasi, prestasi akademik, serta minat dan bakat.
“Program reguler masih tetap berjalan dengan beberapa jalur penerimaan, mulai dari zonasi, prestasi akademik, hingga minat bakat,” katanya.
Selain program reguler, tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga meluncurkan program baru yakni Sekolah Maung yang diterapkan di setiap kabupaten dan kota.
Dwi Yanti menyebut, di wilayah KCD XIII terdapat beberapa sekolah yang telah ditetapkan sebagai pelaksana program Sekolah Maung setelah melalui proses verifikasi dan memenuhi persyaratan.
Untuk Kota Banjar, sekolah yang ditunjuk yakni SMA Negeri 1 Banjar. Sementara di Kabupaten Ciamis adalah SMA Negeri 1 Ciamis, dan di Kabupaten Pangandaran SMA Negeri 1 Parigi.
Selain itu, untuk jenjang sekolah kejuruan, SMK Negeri 1 Banjar menjadi satu-satunya sekolah di wilayah KCD XIII yang ditetapkan menjalankan program tersebut.
“Alhamdulillah di wilayah KCD XIII sudah ada sekolah yang terverifikasi dan ditetapkan. Di Kota Banjar SMA Negeri 1 Banjar, di Ciamis SMA Negeri 1 Ciamis, di Pangandaran SMA Negeri 1 Parigi, dan untuk SMK adalah SMKN 1 Banjar,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses penerimaan peserta didik untuk program Sekolah Maung akan dilaksanakan lebih dahulu sebelum tahapan SPMB reguler dimulai.
Menurutnya, terdapat sejumlah kriteria dalam seleksi Sekolah Maung, di antaranya penilaian akademik yang bersumber dari nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebesar 50 persen, serta penilaian minat dan bakat sebesar 50 persen.
“Sekolah Maung akan lebih dahulu melaksanakan penerimaan. Untuk kriterianya terdiri dari akademik melalui nilai rapor dan TKA sebesar 50 persen, kemudian minat bakat 50 persen,” pungkasnya. (Ucup)






