Banjar, JurnaklMediaNetwork – Keselamatan pasien menjadi prioritas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat, termasuk kebakaran. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, RSUD Kota Banjar menggelar pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang diikuti oleh seluruh staf.
Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan BLUD RSUD Kota Banjar, dr. Dilla Laswantina, yang mewakili Direktur RSUD Kota Banjar drg. Eka Lina Liaandari, mengatakan kesiapan menghadapi kebakaran tidak cukup hanya dibebankan kepada petugas tertentu.
Menurutnya, seluruh staf rumah sakit harus memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar dalam mengambil tindakan apabila terjadi keadaan darurat.
“Harapannya tentu saja tidak terjadi kejadian apa pun tentang kebakaran. Tetapi seandainya memang terjadi, diharapkan kami semua, seluruh staf, tidak hanya bagian tertentu, mampu untuk menanggulanginya dan tidak panik,” ujar dr. Dilla.
Ia menjelaskan, rumah sakit memiliki karakteristik yang berbeda dengan fasilitas umum lainnya. Ketika terjadi kebakaran, terdapat pasien yang membutuhkan bantuan untuk berpindah atau dievakuasi.
Karena itu, proses evakuasi harus dilakukan secara cepat, terarah, dan tetap mengutamakan keselamatan pasien.
“Kami juga harus siap bagaimana mengevakuasi pasien-pasien di rumah sakit,” katanya.
Pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pencegahan kebakaran, tetapi juga membekali staf agar mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat.
Selain meningkatkan kesiapsiagaan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pemenuhan persyaratan akreditasi RSUD Kota Banjar tahun 2026.
Pihak rumah sakit berharap melalui pelatihan tersebut seluruh staf memiliki kesiapan dan pemahaman yang sama dalam menghadapi potensi kebakaran.
Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko dapat diminimalkan serta pelayanan kepada pasien tetap dapat berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan, termasuk ketika rumah sakit menghadapi situasi darurat. (Ucup)






