Sekolah Direnovasi, Pelajar di Pangandaran Belajar di Tempat Darurat

Sekolah Direnovasi, Pelajar di Pangandaran Belajar di Tempat Darurat. Foto: Ntang SR/JMN

Pangandaran, JurnalMediaNetwork — Seribuan pelajar di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar meski sejumlah gedung sekolah tengah direnovasi. Untuk sementara, proses pembelajaran dipindahkan ke tempat darurat, seperti tenda dan rumah warga.

Kondisi tersebut salah satunya terlihat di SD Negeri 1 Bagolo, Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Para siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat dan selasar rumah warga yang berada di sekitar sekolah.

Pemindahan lokasi belajar dilakukan agar proses pendidikan tetap berjalan selama gedung sekolah diperbaiki. Para siswa tidak diliburkan meski aktivitas renovasi membuat ruang kelas belum dapat digunakan secara normal.

Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran Soleh Supriyadi mengatakan renovasi saat ini dilakukan di sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Baca Juga :  Sudah Diusulkan Direvitalisasi, Bangunan SDN 3 Batulawang Keburu Ambruk

Menurut dia, kegiatan belajar mengajar tetap harus berlangsung selama proses renovasi. Karena itu, sekolah yang gedungnya sedang diperbaiki diminta menyiapkan tempat alternatif agar siswa tetap dapat mengikuti pelajaran.

“Selama gedung sekolah direnovasi, siswa tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Untuk sementara, kegiatan dilakukan di tempat darurat seperti tenda atau rumah warga terdekat,” kata Soleh.

Soleh mengatakan proses renovasi sekolah di Pangandaran dilakukan secara serentak. Kepala sekolah diminta mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar pembangunan berjalan sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

Ia mengingatkan kepala sekolah agar memastikan seluruh tahapan renovasi dilaksanakan sesuai ketentuan. Pengawasan diperlukan agar hasil pekerjaan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Para kepala sekolah kami imbau mengawasi proses renovasi dan memastikan pelaksanaannya sesuai juklak dan juknis,” ujarnya.

Di SD Negeri 1 Bagolo, kondisi ruang belajar yang tengah diperbaiki membuat aktivitas belajar harus dilakukan di lokasi sementara. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tetap diupayakan berjalan dengan menyesuaikan kondisi yang ada.

Baca Juga :  FTBI Digelar, Pelajar Pangandaran Disiapkan Bersaing di Tingkat Jawa Barat

Kepala SDN 1 Bagolo Saifuddin menyebut renovasi sekolah tidak hanya dilakukan pada satu lokasi. Sejumlah sekolah lain juga tengah mendapatkan perbaikan, sedangkan sekolah yang belum memperoleh program renovasi masih dalam proses pengajuan kepada pemerintah.

Pengajuan tersebut dilakukan melalui pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Renovasi fasilitas pendidikan dinilai penting untuk memastikan siswa mendapatkan ruang belajar yang aman dan nyaman. Perbaikan gedung diharapkan dapat meningkatkan kualitas fasilitas pembelajaran sekaligus mendukung kegiatan belajar mengajar setelah pembangunan selesai.

Sementara selama renovasi berlangsung, sekolah diminta memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan dan kebutuhan siswa tetap terpenuhi. Dengan begitu, proses pendidikan tidak terhenti hanya karena kondisi fisik bangunan yang sedang diperbaiki. (Ntang SR)