Sudah Diusulkan Direvitalisasi, Bangunan SDN 3 Batulawang Keburu Ambruk

Banjar, JurnalMediaNetwork – Bangunan lama yang sebelumnya digunakan sebagai ruang guru di SDN 3 Batulawang, Kota Banjar, mengalami kerusakan parah hingga sebagian bangunannya ambruk menjelang waktu maghrib, Selasa ( 13/10/2026).

Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Pasalnya, bangunan yang semula difungsikan sebagai ruang guru dan administrasi itu sudah dikosongkan sekitar tiga tahun lalu karena kondisinya dinilai tidak layak digunakan.

Hal tersebut disampaikan Kepala SDN 3 Batulawang, Tri Isnadari, bangunan tersebut sudah dikosongkan dikarenakan kondisinya sudah rusak. Sejumlah bagian bangunan terlihat retak, sementara kondisi tanah di sekitar bangunan diduga turut memengaruhi kerusakan yang terjadi.

“Bangunan itu sudah tidak ditempati.Tadinya digunakan sebagai ruang guru, tetapi karena kondisinya sudah rusak dan banyak bagian yang retak, akhirnya dikosongkan,” ujarnya.

Ia bersyukur peristiwa ambruknya bangunan terjadi saat malam hari ketika kegiatan belajar mengajar sudah selesai. Dengan demikian, tidak ada siswa maupun tenaga pendidik yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.

“Alhamdulillah itu terjadinya tidak di siang hari, sehingga tidak ada korban jiwa,” ucapnya.

Baca Juga :  KCD XIII Jabar Kick Off SPMB 2026, Perkenalkan Program Sekolah Maung

Tri pun berharap dengan adanya peristiwa ambruknya bangunan tersebut, revitalisasi untuk SDN 3 Batulawang dapat segera direalisasikan. Selain itu pembangunan dapat dilakukan secara menyeluruh sesuai kondisi kerusakan agar fasilitas yang tersedia nantinya benar-benar aman dan mendukung kegiatan pendidikan.

“Kami berharap dengan adanya musibah ini, proses revitalisasi SDN 3 Batulawang bisa lebih diprioritaskan dan dipercepat,” harapnya.

Menanggapi peristiwa ambruknya bangunan SDN 3 Batulawang tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, Dedi Suardi, mengatakan kondisi bangunan memang sudah menunjukkan kerusakan sebelum akhirnya ambruk. Berdasarkan informasi yang diterimanya, ruangan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai gudang karena tidak memungkinkan lagi digunakan untuk aktivitas perkantoran.

“Menurut keterangan Kepala Sekolah, ruangan tersebut sudah dikosongkan sejak sekitar tiga tahun lalu karena kondisinya sudah kurang baik, dan tadi malam ambruk,” ujar Dedi.

Dedi pun menjelaskan, Disdikbud Kota Banjar sebenarnya telah mengusulkan SDN 3 Batulawang untuk mendapatkan program revitalisasi sekolah. Bahkan, Kepala Sekolah bersama konsultan perencana telah mengikuti bimbingan teknis (bimtek) sebagai bagian dari tahapan persiapan pelaksanaan program tersebut.
Namun, hingga bangunan ambruk, proses revitalisasi masih menunggu penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS).

Baca Juga :  Rengganis Learning Center Dorong Pendidikan Non-Formal di Pangandaran

“SDN 3 Batulawang sudah kami ajukan untuk mendapatkan program revitalisasi sekolah. Kepala Sekolah bersama konsultan perencana juga sudah mengikuti bimtek. Dengan adanya faktor bencana ini biasanya akan makin mempercepat penanganan dari fasilitator kementerian. Bangunan yang tadinya akan direhab, kemungkinan akan diusulkan menjadi bangunan atau ruang kelas baru,” jelasnya.

Selain bangunan yang ambruk, Disdikbud Kota Banjar juga telah mengusulkan sejumlah fasilitas lain di SDN 3 Batulawang untuk mendapatkan program revitalisasi pada tahun ini. Fasilitas yang diusulkan meliputi tiga ruang kelas, ruang usaha kesehatan sekolah (UKS), ruang perpustakaan, ruang guru, toilet, hingga penataan lingkungan sekolah.

“Usulan tersebut telah mendapatkan persetujuan dan saat ini tinggal menunggu pelaksanaan PKS,” pungkasnya. (Ucup)