Ribuan Anak RA se-Kota Banjar Ikuti Peragaan Manasik Haji, Tanamkan Nilai Islam Sejak Dini

Banjar, JurnalMediaNetwork – Ribuan anak mengikuti Peragaan Manasik Haji Anak Raudhatul Athfal (RA) se-Kota Banjar yang digelar di Taman Kota Lapang Bhakti, Rabu (14/10/2026). Sebanyak 1.407 anak dari 49 RA ambil bagian dalam kegiatan tersebut untuk mengenal tata cara ibadah haji sekaligus menanamkan kecintaan terhadap ajaran Islam sejak usia dini.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Banjar, Dr. H. Supriana, M.Pd. Peragaan manasik haji tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembukaan rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kota Banjar Tahun 2026.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme anak-anak yang mengikuti setiap tahapan peragaan manasik. Melalui pembelajaran praktik tersebut, peserta dikenalkan pada rangkaian ibadah haji dengan pendekatan edukatif yang disesuaikan dengan usia mereka.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi sarana pengenalan tata cara ibadah, tetapi juga menjadi upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, kebersamaan, dan akhlak mulia sejak masa kanak-kanak.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Banjar menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional di Kota Banjar dilaksanakan melalui sinergi dan kolaborasi bersama seluruh entitas keagamaan.

Baca Juga :  Tak Butuh Teknologi Canggih, SDN 5 Cimanggu Andalkan Kearifan Lokal untuk Pendidikan Karakter

Menurutnya, peragaan manasik haji bagi anak-anak RA menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi dalam membangun generasi muda yang memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, serta memahami nilai-nilai agama sejak dini.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan mengenal ajaran Islam.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap anak-anak RA dapat mengenal dan memahami ibadah haji sejak usia dini. Semoga pengalaman ini menjadi sumber inspirasi dan menumbuhkan cita-cita mereka untuk dapat melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci suatu saat nanti,” tuturnya.

Menurutnya, pendidikan agama sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Karena itu, pembelajaran keagamaan perlu dikemas secara menarik dan menyenangkan agar nilai-nilai yang disampaikan lebih mudah dipahami oleh peserta didik.

Peragaan manasik haji menjadi salah satu metode pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal tahapan ibadah secara langsung melalui simulasi. Dengan demikian, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga pengalaman praktik yang dapat menjadi bekal pembelajaran di kemudian hari.

Baca Juga :  Sekolah Direnovasi, Pelajar di Pangandaran Belajar di Tempat Darurat

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pelepasan balon oleh Wakil Wali Kota Banjar bersama perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang hadir.

Keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam mendukung pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda di Kota Banjar.

Melalui peragaan manasik haji yang diikuti 1.407 anak dari 49 RA ini, diharapkan nilai-nilai keislaman dapat tertanam sejak dini dan menjadi bagian dari pembentukan generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kecintaan terhadap ajaran agama.

Kegiatan tersebut juga menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kota Banjar Tahun 2026, yang diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah dan berbagai elemen keagamaan dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis. (Ucup)