Banjar, JurnalMediaNetwork — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, Ahmad Fikri Firdaus, menyebut kegiatan touring dan kolaborasi Kementerian Agama Jawa Barat ke kawasan Madasari dan Pangandaran merupakan bagian dari implementasi program Kementerian Agama yang berorientasi pada pelayanan berdampak bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan “NGAGAS TIPIS” yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat bersama jajaran Kementerian Agama kabupaten dan kota se-Jawa Barat.
Menurut Ahmad Fikri, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan kolaborasi antarjajaran Kemenag, tetapi juga bagian dari penguatan pelayanan publik yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Nah ini dalam rangka NGAGAS TIPIS, kolaborasi antara Kemenag Jawa Barat sebagai bagian dari implementasi program Kementerian Agama, salah satunya bagaimana layanan di Kemenag itu berdampak kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan tugas strategis Kementerian Agama dalam penentuan awal bulan Hijriah melalui rukyatul hilal, khususnya menjelang bulan Zulhijah.
“Insya Allah di bulan haji ini, di bulan Zulhijah, kita akan menentukan awal bulan. Biasanya yang ramai itu Ramadan dan Syawal, tapi ini menjadi sebuah kewajiban dan negara harus hadir untuk itu,” katanya.
Ahmad Fikri menjelaskan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat menginisiasi pelaksanaan rukyat dan itsbat di Pangandaran yang puncaknya dijadwalkan berlangsung pada Ahad melalui kegiatan rukyatul hilal.
Untuk wilayah Jawa Barat, terdapat empat titik pemantauan hilal, yakni di Pangandaran, Kota Banjar, Subang, dan Sukabumi.
Ia menyebut, kegiatan tersebut dihadiri seluruh unsur Kementerian Agama Jawa Barat, mulai dari kepala kantor Kemenag kabupaten/kota hingga para pembimbing masyarakat lintas agama.
“Yang hadir hari ini insya Allah seluruh Kemenag Jawa Barat. Ada 27 kepala Kemenag kabupaten/kota, kepala bidang, dan juga pembimas seluruh agama,” jelasnya.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi catatan bersejarah karena untuk pertama kalinya jajaran besar Kementerian Agama Jawa Barat berkumpul di Kota Banjar sejak daerah itu berdiri.
“Dalam sejarah ini untuk pertama kalinya, apalagi mampir ke Kota Banjar selama hampir 20 tahun lebih eksistensi Kemenag. Baru kali ini bisa berkumpul di Kota Banjar,” ungkapnya.
Ia berharap kehadiran peserta dari berbagai daerah dapat memberikan dampak positif bagi Kota Banjar, terutama dalam memperkenalkan potensi daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pelaku UMKM.
“Mudah-mudahan dengan hadirnya orang-orang di luar Kota Banjar bisa melihat Kota Banjar seperti apa. Dari situ multiple effect-nya bisa meningkatkan ekonomi kreatif, UMKM dan seterusnya,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Ahmad Fikri berharap Kota Banjar terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan Banjar semakin berdaya, semakin berkah, semakin sukses, semakin maslahat, utamanya memberi kebaikan,” pungkasnya. (Ucup)






