SMK Swasta di Kota Banjar Hadapi Penurunan Siswa, FKKSMKS Dorong Perkuat Mutu dan Kemitraan Industri

Banjar, JurnalMediaNetwork – Wakil Wali Kota Banjar, Supriana menyoroti penurunan jumlah peserta didik di sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Kota Banjar. Kondisi itu dinilai menjadi tantangan bagi pengelola sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat kepercayaan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Supriana saat menghadiri pelantikan pengurus Forum Komunikasi Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (FKKSMKS) Kota Banjar di Pendopo Kota Banjar, Kamis, 17 September 2026.

Pelantikan pengurus baru FKKSMKS mengusung tema “Sinergi dan Transformasi Kepemimpinan SMK Swasta Menuju Pendidikan Vokasi yang Bermutu dalam Mencetak Generasi Unggul dan Siap Kerja.”

Supriana mengapresiasi kepengurusan FKKSMKS sebelumnya dan berharap pengurus baru dapat memperkuat kerja sama antar-SMK swasta. Menurut dia, forum tersebut tidak sekadar menjadi wadah komunikasi, tetapi juga ruang untuk melahirkan inovasi dalam pengelolaan pendidikan vokasi.

“Saya selaku pimpinan daerah menyampaikan apresiasi, terima kasih dan penghargaan kepada pengurus yang lama yang baru saja demisioner. Mudah-mudahan kerja-kerja mereka menjadi ibadah,” kata Supriana.

Ia mengatakan penurunan jumlah peserta didik di SMK swasta tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat. Orang tua dan calon siswa memiliki pertimbangan sendiri dalam menentukan sekolah yang dianggap mampu memenuhi kebutuhan pendidikan.

“Kita melihat kondisi SMK swasta dari sisi jumlah peserta didiknya mungkin mengalami pengurangan. Kita juga tidak bisa menyalahkan masyarakat, karena masyarakat tahu mana sekolah yang berkualitas dan mana yang harus dipilih,” ujarnya.

Baca Juga :  Padaherang Gemakan Semangat Pramuka, 600 Lebih Pelajar Adu Keterampilan

Menurut Supriana, besarnya daya tampung SMK negeri juga menjadi salah satu tantangan bagi sekolah swasta dalam mendapatkan peserta didik. Karena itu, kondisi tersebut perlu dijadikan bahan evaluasi oleh pengelola sekolah.

“Ini menjadi tantangan bagi sekolah swasta untuk terus meningkatkan kualitasnya. Bagaimana mereka bersinergi, berinovasi dan berkreativitas untuk meningkatkan kualitas SMK swasta itu sendiri,” katanya.

Jumlah Siswa Turun 20-25 Persen

Ketua FKKSMKS Kota Banjar Asep Suharto mengatakan SMK swasta memiliki peran yang sama dalam memberikan akses pendidikan kepada masyarakat. Menurut dia, kualitas lulusan menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah swasta.

Asep mengatakan pendidikan di SMK tidak berhenti pada proses pembelajaran di sekolah. Lulusan juga perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“SMK swasta pun punya kiprah yang sama, memberikan kesempatan yang sama, proses belajar yang maksimal, lalu bagaimana kualitas pembelajaran sehingga menghasilkan prestasi,” kata Asep.

Menurut dia, kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri menjadi salah satu aspek penting yang harus diperkuat. Kerja sama tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi lulusan SMK untuk memasuki dunia kerja.

Asep juga menyoroti persoalan kedisiplinan. Ia mengatakan sekolah swasta perlu membuktikan bahwa kualitas kedisiplinan dan pembelajaran tidak kalah dibandingkan sekolah negeri.

“Kita harus bangun kepercayaan masyarakat bahwa sekolah di swasta pun sama, disiplinnya bagus, belajarnya baik dan saat lulusannya bisa diterima di dunia kerja,” ujarnya.

Baca Juga :  Guru dan Pegawai SMKN 4 Banjar Ditempa Lewat Long March hingga Outbound

Asep menyebut jumlah peserta didik di sejumlah SMK swasta di Kota Banjar mengalami penurunan sekitar 20 hingga 25 persen. Kondisi itu, kata dia, perlu menjadi bahan evaluasi bagi masing-masing sekolah.

“Ini refleksi buat kita. Kenapa rata-rata masyarakat menyekolahkan anaknya ke negeri? Ini harus menjadi bahan evaluasi bagi kita sendiri,” katanya.

Ia mendorong sekolah-sekolah yang tergabung dalam FKKSMKS untuk memperkuat tiga aspek, yakni kedisiplinan, prestasi, dan penyerapan lulusan di dunia kerja.

“Yuk bergeliat lagi bahwa disiplin harus bagus, prestasinya bagus, dan alumninya juga bisa diserap di dunia kerja. Ini butuh waktu, butuh proses, dan ini bisa kita ikhtiarkan,” ujar Asep.

Saat ini, kata Asep, terdapat sekitar 12 SMK swasta di Kota Banjar dengan jumlah peserta didik sekitar 1.500 orang. Ia berharap sekolah swasta dapat meningkatkan kualitas layanan sehingga mampu memperoleh kepercayaan masyarakat.

“Tujuan kita bagaimana sekolah pendidikan swasta di Kota Banjar ini bisa setara, bisa sejajar dengan sekolah-sekolah negeri,” katanya.

Pelantikan pengurus FKKSMKS Kota Banjar tersebut turut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Jawa Barat Dwi Yanti Estriningrum, Ketua FKKSMKS Jawa Barat Acep Sudjana Djakaria, serta jajaran kepala SMK swasta se-Kota Banjar. (Ucup)