SMKN 1 Padaherang Dorong Siswa Jadi Wirausahawan Lewat Koperasi Sekolah

SMKN 1 Padaherang Dorong Siswa Jadi Wirausahawan Lewat Koperasi Sekolah. Foto: Ntanf SR/JMN

Pangandaran, JurnalMediaNetwork — Koperasi di SMK Negeri 1 Padaherang, Kabupaten Pangandaran, tak sekadar menjadi tempat memenuhi kebutuhan siswa dan guru. Koperasi tersebut juga menjadi ruang praktik kewirausahaan bagi para pelajar.

Pengelolaan koperasi dilakukan secara bergantian oleh siswa. Guru memberikan pendampingan, sementara aktivitas jual beli dan pengelolaan usaha dijalankan langsung oleh para pelajar.

Guru pembimbing kewirausahaan SMKN 1 Padaherang, Dewi, mengatakan sistem tersebut dirancang agar siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola usaha. Menurut dia, kegiatan koperasi tidak mengganggu proses belajar mengajar.

“Pengelolaan koperasi saat ini dipegang oleh para siswa dan dilakukan secara bergantian. Kegiatan ini sama sekali tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar,” kata Dewi.

Menurut Dewi, koperasi merupakan bagian dari program sekolah pencetak wirausaha. Melalui program itu, siswa tidak hanya memperoleh teori di kelas, tetapi juga berhadapan langsung dengan praktik perdagangan.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi siswa setelah lulus. Mereka diharapkan memiliki keberanian dan kemampuan dasar untuk menjalankan usaha serta beradaptasi dengan dunia ekonomi di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Sudah Diusulkan Direvitalisasi, Bangunan SDN 3 Batulawang Keburu Ambruk

“Para pelajar bisa langsung praktik di lapangan dalam dunia usaha. Harapannya, setelah tamat sekolah mereka tidak canggung ketika terjun ke masyarakat dan sudah memiliki dasar kewirausahaan,” ujarnya.

Produk yang dijual di koperasi sebagian besar merupakan barang yang berkaitan dengan kebutuhan siswa. Koperasi juga memberikan kesempatan kepada siswa yang memiliki keterampilan di bidang kuliner untuk menitipkan dan menjual produk mereka.

Dengan cara itu, koperasi tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga menjadi sarana untuk memberdayakan produk hasil kreativitas siswa. Untuk melengkapi barang dagangan, pengelola koperasi juga menjalin kerja sama dengan pihak lain.

Salah seorang siswa SMKN 1 Padaherang, Adila, mengaku senang mendapat kesempatan mempraktikkan ilmu kewirausahaan melalui koperasi sekolah.

“Saya senang bisa belajar berdagang. Meskipun yang berbelanja hanya guru dan teman-teman pelajar, dari praktik ini saya bisa memahami harga dan belajar tentang perkembangan ekonomi pasar,” kata Adila.

Baca Juga :  Guru dan Pegawai SMKN 4 Banjar Ditempa Lewat Long March hingga Outbound

Menurut Adila, koperasi tersebut mampu mencatat omzet sekitar Rp300 ribu per hari sejak mulai beroperasi hingga tutup. Angka itu merupakan omzet kotor sebelum dikurangi berbagai biaya.

Meski nilainya belum besar, Adila menilai pengalaman mengelola koperasi jauh lebih penting bagi siswa. Mereka dapat belajar melayani pembeli, menentukan harga, mengelola barang, hingga memahami perputaran uang dalam sebuah usaha.

“Walaupun omzetnya sekitar Rp300 ribu per hari, kami sebagai pelajar tetap senang karena bisa mendapatkan pengalaman menjalankan usaha,” ujarnya.

Ke depan, koperasi SMKN 1 Padaherang akan dilengkapi dengan lebih banyak kebutuhan bagi siswa maupun guru. Pengembangan tersebut diharapkan membuat koperasi semakin optimal sebagai unit usaha sekaligus tempat belajar kewirausahaan.

Sekolah berharap pengalaman mengelola koperasi dapat menjadi bekal bagi lulusan untuk lebih mandiri. Dengan pengalaman tersebut, siswa diharapkan tidak hanya siap mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi juga memiliki keberanian untuk membuka usaha sendiri. (Ntang SR)