Berita  

Walkot Banjar Ungkap Rencana Bantuan Pendidikan dan Infrastruktur, Anggaran Puluhan Miliar Disiapkan

Walkot Banjar Ungkap Rencana Bantuan Pendidikan dan Infrastruktur, Anggaran Puluhan Miliar Disiapkan. Foto: ist/JMN

Banjar, JurnalMediaNetwork – Wali Kota Banjar H. Sudarsono mengungkap sejumlah rencana pemerintah daerah untuk memperkuat perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Mulai dari bantuan pendidikan, bantuan sosial, pelayanan kesehatan hingga pembangunan infrastruktur menjadi perhatian pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan Sudarsono saat kegiatan penyerahan bantuan sembako kepada keluarga kurang mampu dan bantuan peralatan masjid di Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar.

Sudarsono mengatakan pemerintah daerah perlu memastikan masyarakat mendapatkan bantuan dan pelayanan sesuai kebutuhan. Ia juga menekankan agar warga tidak dipersulit ketika mengakses pelayanan publik, termasuk pelayanan kesehatan.

Menurutnya, persoalan administrasi tidak seharusnya menjadi alasan masyarakat kehilangan akses terhadap pelayanan yang dibutuhkan.

Ia menyinggung kondisi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan ketika harus berobat ke rumah sakit. Sudarsono meminta agar persoalan administrasi seperti dokumen kependudukan tidak menjadi hambatan bagi warga.

“Kalau masyarakat ke rumah sakit, jangan sampai KTP-nya ditahan,” ujar Sudarsono.

Bantuan Pendidikan untuk 2.000 Siswa

Selain pelayanan kesehatan, Sudarsono mengungkap rencana bantuan pendidikan rutin bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Ia menyebut sekitar 1.000 siswa pada masing-masing jenjang pendidikan menjadi sasaran bantuan tersebut.

Untuk siswa SD, bantuan yang direncanakan sebesar Rp500 ribu per siswa setiap tahun. Sementara siswa SMP mendapat bantuan sebesar Rp1 juta per siswa per tahun.

Baca Juga :  Dari Lapangan Sekolah, Kapolres Banjar Titip Pesan JAWARA kepada Generasi Muda

“Kalau SD setiap tahun Rp500 ribu, kalau SMP Rp1 juta setiap tahun,” katanya.

Dengan sasaran sekitar 2.000 siswa, total bantuan berdasarkan angka tersebut mencapai sekitar Rp1,5 miliar per tahun apabila seluruh rencana tersebut direalisasikan.

Sudarsono mengatakan bantuan itu diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Pemerintah juga mengupayakan agar dukungan tersebut dapat diberikan secara berkelanjutan.

Selain pendidikan, Pemkot Banjar akan melanjutkan program bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan, salah satunya melalui program Berdaya.

Sudarsono menekankan pentingnya ketepatan data dalam penyaluran bantuan. Menurutnya, bantuan harus benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

“Yang penting bantuan itu sampai kepada masyarakat yang memang membutuhkan,” katanya.

Infrastruktur Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, masih menjadi pekerjaan rumah Pemkot Banjar.

Sudarsono mengatakan keterbatasan kemampuan anggaran daerah membuat seluruh kebutuhan infrastruktur tidak dapat diselesaikan sekaligus. Pemerintah kemudian melakukan pemetaan dan menentukan ruas jalan berdasarkan skala prioritas.

“Insya Allah, kita akan terus berupaya memperbaiki jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN STISIP Bina Putera Siapkan UMKM Desa Kujangsari Naik Kelas Lewat Branding dan Legalitas

Untuk mempercepat pembangunan, Pemkot Banjar juga berupaya memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sudarsono menyebut terdapat rencana dukungan anggaran puluhan miliar rupiah untuk pembangunan di Kota Banjar. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pembiayaan sejumlah kebutuhan pembangunan, termasuk infrastruktur dan pelayanan dasar.

“Kalau ada bantuan dari pusat maupun provinsi, tentu sangat membantu pemerintah daerah,” katanya.

Menurut Sudarsono, kolaborasi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat diperlukan karena kebutuhan pembangunan daerah cukup besar, sementara kemampuan fiskal pemerintah daerah terbatas.

Ia berharap dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat dan provinsi dapat mempercepat penanganan infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, penyerahan bantuan sembako dan peralatan masjid di Desa Raharja menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat.

Sudarsono mengatakan pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut kemampuan pemerintah memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, bantuan sosial, bantuan pendidikan, pelayanan kesehatan serta pembangunan infrastruktur akan terus didorong secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran dan skala prioritas.

“Insya Allah, kita berupaya menyelesaikan kebutuhan masyarakat secara bertahap,” ujarnya. (Ucup)