Berita  

Operasi Patuh Lodaya 2026 Digelar, Keselamatan Pengendara Jadi Prioritas

Kapolres Banjar AKBP Didi Diwantoro saat mengecek kesiapan personel dalam rangka persiapan digelarnya Operasi Patuh Lodaya 2026. Foto: dok. humaspolresbanjar/JMN

Banjar, JurnalMediaNetwork — Polres Banjar menggelar Operasi Patuh Lodaya 2026 selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini menyasar peningkatan disiplin berlalu lintas dan penekanan risiko kecelakaan, terutama setelah evaluasi menunjukkan jumlah kecelakaan menurun, tetapi korban luka berat justru meningkat.

Kesiapan operasi ditandai dengan apel gelar pasukan di Lapangan Apel Polres Banjar, Senin, 26 Oktober 2026. Apel dipimpin Kapolres Banjar Ajun Komisaris Besar Didi Dewantoro dan melibatkan personel TNI serta sejumlah instansi terkait.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres membacakan amanat Kapolda Jawa Barat yang menekankan kesiapan personel, ketepatan strategi, dan keselamatan masyarakat sebagai prioritas pelaksanaan operasi.

Data evaluasi Operasi Patuh Lodaya mencatat 159 kecelakaan lalu lintas pada 2025, turun dari 334 kejadian pada 2024. Namun, jumlah korban luka berat meningkat 21 persen. Angka itu menunjukkan bahwa penurunan frekuensi kecelakaan belum sepenuhnya diikuti berkurangnya dampak serius terhadap korban.

Baca Juga :  Melani Cahya Ningrum Raih Favorit 1 Lomba Pasang Giri di Banjarsari Ciamis

Polres Banjar akan mengedepankan langkah edukatif dan preventif, disertai penegakan hukum secara profesional dan proporsional. Pengawasan di lapangan, sosialisasi kepada pengguna jalan, serta pemetaan lokasi rawan kecelakaan menjadi bagian dari strategi operasi.

Didi meminta personel menjalankan tugas secara tegas tanpa mengabaikan pendekatan humanis. Ia juga mengimbau masyarakat mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan menghindari perilaku berkendara yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk menaati aturan, mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Didi.

Pelaksanaan operasi turut melibatkan Subdenpom III/2-4 Banjar, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan Kota Banjar, dan sejumlah satuan fungsi di lingkungan Polres Banjar. Keterlibatan lintas instansi ini diharapkan memperkuat pengawasan serta mendukung penanganan persoalan lalu lintas sesuai kondisi wilayah.

Baca Juga :  Agus Riyana dan Dini Aprilia Pimpin Perolehan Suara BPD Raharja

Mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”, operasi tersebut tidak hanya berorientasi pada penindakan pelanggaran. Polres Banjar juga menargetkan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai bagian dari kebiasaan berkendara.

Pengendara diimbau memastikan kendaraannya layak jalan, mematuhi rambu, dan menggunakan perlengkapan keselamatan. Kepolisian berharap kepatuhan itu tetap terjaga setelah operasi berakhir pada 8 November mendatang.

Bagi Polres Banjar, keberhasilan operasi tidak cukup diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak. Perubahan perilaku pengguna jalan dan berkurangnya risiko kecelakaan menjadi bagian penting dari upaya membangun lalu lintas yang lebih aman di Kota Banjar. (Ucup)

Ikuti Media Sosial Kami di Bawah Ini :

Follow our Official TikTok   /jurnalmedianetwork.com
Follow our Official Twitter    x.com/RedaksiJurnal
Like our Official Facebook  /infoviralterkini20 
Follow our Official Youtube    /@jurnalmedianetworkcom