Berita  

May Day Tanpa Demo, Banjar Pilih Dialog dan Layanan Gratis untuk Buruh

Oplus_131072

Banjar, JurnalMediaNetwork — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Banjar berlangsung tanpa aksi jalanan. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan serikat pekerja memilih pendekatan dialogis melalui sarasehan yang digelar di Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat, Selasa 05 Mei 2026.

Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, kepolisian, serikat buruh, hingga aparat penegak hukum untuk membahas berbagai isu ketenagakerjaan sekaligus menghadirkan layanan publik bagi pekerja.

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro mengatakan, peringatan May Day tahun ini dirancang lebih substantif dengan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan buruh. Selain diskusi, panitia menyediakan layanan pengobatan gratis, SIM keliling, hingga program perpanjangan SIM gratis bagi peserta tertentu.

“Momentum ini tidak hanya seremonial, tetapi juga menjadi ruang dialog dan pelayanan bagi pekerja,” ujar Didi.

Baca Juga :  Gugatan Klinik Syaibah Masuk Tahap Kasasi, Kuasa Hukum Herdis Siap Hadapi Proses di MA

Kegiatan juga dirangkaikan dengan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) serta sejumlah layanan sosial lainnya.

Menurut Didi, buruh merupakan elemen strategis dalam pertumbuhan ekonomi sehingga perlu ditempatkan sebagai aset yang harus dilindungi. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan industrial yang harmonis melalui komunikasi terbuka.

“Dialog menjadi kunci untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan secara musyawarah,” katanya.

Dalam sarasehan tersebut, para narasumber dari kepolisian, kejaksaan, dan serikat pekerja sepakat bahwa penyelesaian konflik ketenagakerjaan sebaiknya mengedepankan mediasi dan pendekatan keadilan restoratif sebelum menempuh jalur hukum.

Kepala Disnaker Kota Banjar, Sri Hidayati, menyatakan kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Ia mengapresiasi dukungan semua pihak, termasuk serikat pekerja dan dunia usaha.

Baca Juga :  Legalitas LO Diselidiki, GMBI Banjar Minta Kejaksaan Bertindak Tegas

“Tahun ini kami fokus pada sarasehan agar buruh bisa menyampaikan aspirasi dan memperoleh solusi langsung dari pemangku kebijakan,” ujarnya.

Terkait isu kontribusi dari perusahaan yang sempat mencuat, Disnaker menegaskan bahwa partisipasi tersebut bersifat sukarela. Jika menimbulkan keberatan, kontribusi dikembalikan untuk menghindari polemik.

“Itu bukan kewajiban. Kami pastikan tidak ada unsur paksaan,” kata Sri.

Dalam forum diskusi, muncul pula usulan agar ke depan peringatan May Day diisi dengan pemberian penghargaan bagi buruh berprestasi sebagai bentuk apresiasi sekaligus mendorong produktivitas dan keselamatan kerja.

Peringatan May Day di Kota Banjar tahun ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan pekerja dalam membangun hubungan industrial yang lebih harmonis dan berkeadilan. (Ucup)