Banjar, JurnalMediaNetwork – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banjar terus memperkuat edukasi keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan upacara di SMP Negeri 4 Banjar, dengan menghadirkan AKP Priyo Sambodo sebagai pembina upacara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini, sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat antara polisi dan generasi muda.
Dalam amanatnya, AKP Priyo menyampaikan pentingnya memahami dan mematuhi aturan lalu lintas. Menurutnya, keselamatan di jalan raya bukan sekadar persoalan menaati peraturan, tetapi juga menyangkut kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Pelajar sebagai generasi penerus bangsa perlu dibekali pemahaman mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas. Kesadaran tersebut diharapkan tumbuh sejak dini sehingga menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika berjalan kaki, bersepeda, maupun saat menjadi penumpang kendaraan.
Edukasi di lingkungan sekolah dinilai penting karena sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial.
Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Banjar berharap para pelajar semakin memahami bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di jalan raya.
Sosialisasikan Program Polisi Bersama Masyarakat
Selain memberikan edukasi tentang tertib berlalu lintas, AKP Priyo juga menyosialisasikan program Polisi Bersama Masyarakat. Program ini menjadi salah satu pendekatan untuk membangun komunikasi, kedekatan, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Pendekatan tersebut penting dilakukan sejak usia sekolah. Anak-anak dan remaja perlu mengenal polisi bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pihak yang hadir untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Harapannya, tidak ada lagi rasa takut pada diri anak-anak ketika melihat atau berinteraksi dengan polisi. Sebaliknya, tumbuh perasaan aman dan nyaman karena polisi dipandang sebagai sahabat sekaligus mitra masyarakat.
Kehadiran polisi di lingkungan pendidikan juga diharapkan dapat menghilangkan jarak antara aparat kepolisian dan generasi muda. Dengan komunikasi yang terbuka dan pendekatan yang humanis, pelajar dapat lebih mudah memahami peran kepolisian serta mengetahui pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban bersama.
Hubungan yang baik antara polisi dan pelajar juga menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan publik. Ketika anak-anak merasa nyaman berinteraksi dengan polisi, mereka diharapkan tidak ragu meminta bantuan atau menyampaikan persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan.
Bangun Kedekatan dengan Generasi Muda
Kegiatan pembinaan upacara di SMPN 4 Banjar tersebut tidak hanya menjadi sarana penyampaian pesan kedisiplinan, tetapi juga bentuk kehadiran kepolisian di tengah lingkungan pendidikan.
Melalui kegiatan semacam ini, pesan-pesan mengenai keselamatan berlalu lintas dapat disampaikan secara langsung kepada pelajar dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami.
Peran sekolah, orang tua, dan kepolisian juga diperlukan untuk memastikan nilai-nilai kedisiplinan tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pelajar diharapkan tidak hanya memahami aturan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam perilaku sehari-hari.
Kesadaran berlalu lintas perlu dibangun melalui pembiasaan, keteladanan, dan edukasi yang berkelanjutan. Dengan demikian, upaya menciptakan budaya tertib berlalu lintas tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga tumbuh dari kesadaran masyarakat itu sendiri.
Melalui pendekatan edukatif dan humanis, Satlantas Polres Banjar berharap dapat membentuk generasi muda yang disiplin, peduli terhadap keselamatan, serta memiliki pemahaman positif tentang peran kepolisian.
Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan dua tujuan sekaligus, yakni meningkatkan kesadaran pelajar terhadap keselamatan berlalu lintas dan memperkuat kepercayaan generasi muda kepada polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (Ucup)






