Berita  

Kekeringan Meluas, BPBD Banjar Kirim Air Bersih ke 24 Titik Setiap Hari

Kekeringan Meluas, BPBD Banjar Kirim Air Bersih ke 24 Titik Setiap Hari. Foto: ist/JMN

Banjar, JurnalMediaNetwork – Kekeringan melanda hampir seluruh wilayah Kota Banjar setelah kemarau berlangsung sekitar lima bulan. Sejumlah daerah bahkan mengalami krisis air bersih hingga warga harus mengandalkan bantuan pasokan air dari pemerintah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Ruhimat, mengatakan dampak kekeringan tahun ini semakin meluas. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di wilayah yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan kekeringan.

“Semua daerah di Kota Banjar sudah kering. Termasuk di rumah saya sendiri, yang biasanya tidak pernah kekurangan air, sekarang sumur saya sudah kering,” kata Ruhimat, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, kemarau yang berlangsung sekitar lima bulan menyebabkan sumber air warga di sejumlah wilayah mulai mengering. Kondisi paling parah terjadi di sejumlah kawasan yang berada di dataran tinggi maupun wilayah dengan karakteristik tanah tertentu.

Baca Juga :  Supriana Pimpin PKB Kota Banjar, Bidik Enam Kursi DPRD pada Pemilu Mendatang

Beberapa daerah yang mengalami kekeringan cukup parah di antaranya Situbatu, Neglasari, Batu Peti, serta Binangun.

“Yang lebih parah itu daerah yang ada pasir, gunung kecil, atau dataran tinggi. Daerah Situbatu, Neglasari, kemudian Batu Peti, dan Binangun,” ujarnya.

Salah satu wilayah yang terdampak kekeringan berada di Dusun Pengasinan, Desa Binangun. Di wilayah tersebut, kebutuhan air bersih warga menjadi salah satu perhatian dalam penanganan dampak kemarau.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Kota Banjar setiap hari melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.

Ruhimat menyebut saat ini terdapat sekitar 24 titik yang menjadi lokasi pendistribusian air bersih. Pengiriman dilakukan secara bergiliran sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Ada 24 titik, termasuk daerah Sukamukti. Daerah sana juga kekeringan. Kita ada 24 titik, jadi setiap hari kita selalu mengirim air,” katanya.

Baca Juga :  Wali Kota Banjar Pantau Pemilihan BPD Neglasari, Antusiasme Warga Tinggi

Armada BPBD terus berkeliling mendistribusikan air ke titik-titik yang mengalami kekurangan pasokan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama sumber air belum kembali normal.

Menurut Ruhimat, distribusi air bersih akan terus dilakukan selama kondisi kekeringan masih berlangsung. BPBD juga memantau perkembangan kondisi di lapangan untuk menentukan wilayah yang membutuhkan bantuan pasokan air.

Kemarau panjang tidak hanya berdampak terhadap sumur warga, tetapi juga meningkatkan ketergantungan masyarakat terhadap distribusi air bersih.

Ruhimat berharap hujan segera turun sehingga sumber-sumber air warga dapat kembali terisi dan distribusi bantuan air bersih secara bertahap dapat dikurangi.

“Harapannya segera turun (hujan),” ujarnya.

BPBD Kota Banjar hingga kini masih melakukan pemantauan terhadap wilayah terdampak sekaligus memastikan pelayanan distribusi air bersih tetap berjalan ke 24 titik yang membutuhkan. (Ucup)