Berita  

JOTA-JOTI 2026 Kota Banjar, Pramuka Didorong Kuasai Teknologi Digital dan Radio Komunikasi

Banjar, JurnalMediaNetwork – Gerakan Pramuka Kota Banjar didorong untuk menguasai teknologi digital sekaligus memahami radio komunikasi sebagai keterampilan penting dalam menghadapi perkembangan zaman dan situasi darurat. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Jambore On The Air dan Jambore On The Internet (JOTA-JOTI) 2026 tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Banjar, yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026.

Wakil Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Banjar, Asep Mulyana, mengatakan perkembangan teknologi komunikasi menuntut generasi muda untuk terus belajar dan beradaptasi. Namun, penguasaan teknologi digital perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap sarana komunikasi lain yang tetap dibutuhkan dalam kondisi tertentu.

“Dunia komunikasi dan kemajuan digitalisasi internet saat ini semakin berkembang. Ini menuntut adik-adik semua untuk mengikuti dan memahami agar tidak tertinggal oleh zaman,” ujar Asep Mulyana di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, JOTA-JOTI menjadi ruang pembelajaran bagi anggota Pramuka untuk mengenal teknologi komunikasi radio dan internet secara bersamaan. Melalui kegiatan JOTA, peserta diperkenalkan dengan komunikasi radio amatir, sedangkan JOTI memberikan kesempatan untuk berinteraksi melalui jaringan internet dengan Pramuka dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Radio Jadi Alternatif Saat Jaringan Internet Terganggu

Asep menjelaskan, meskipun internet menawarkan kemudahan komunikasi dengan jangkauan luas, radio komunikasi tetap memiliki peran penting, terutama ketika jaringan internet atau infrastruktur telekomunikasi mengalami gangguan.

Penguasaan perangkat komunikasi seperti handy talky (HT) dan radio amatir dinilai dapat menjadi bekal bagi anggota Pramuka untuk memahami alternatif komunikasi dalam situasi darurat, termasuk ketika terjadi bencana.

Baca Juga :  Kolaborasi Warga dan Mahasiswa Warnai Sedekah Bumi Kujangsari, UMKM Lokal Ikut Terangkat

“Negara yang maju adalah negara yang menguasai informasi. Melalui JOTA, adik-adik belajar komunikasi radio, dan melalui JOTI mereka memanfaatkan internet. Pemahaman radio ini mempersiapkan generasi muda kita agar siap menghadapi berbagai situasi,” katanya.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, Asep menekankan pentingnya membangun karakter dan etika dalam penggunaan teknologi. Anggota Pramuka diharapkan mampu memanfaatkan internet untuk menambah pengetahuan, memperluas pergaulan, serta membangun jejaring persahabatan lintas daerah dan negara.

Peserta juga diingatkan agar menjaga keamanan data pribadi, menghormati orang lain di ruang digital, serta menyaring informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

Menurut Asep, kecepatan memperoleh informasi harus diimbangi dengan tanggung jawab dan kemampuan membedakan informasi yang benar dari berita bohong atau hoaks.

JOTA-JOTI juga diharapkan menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan semangat persatuan di kalangan anggota Pramuka, tanpa membedakan bahasa, daerah asal, maupun latar belakang.

Sempat Terkendala Perizinan Frekuensi

Di balik pelaksanaan kegiatan tersebut, Ketua Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Banjar, Yana Bachyan, mengungkapkan adanya kendala teknis terkait perizinan pemancaran frekuensi yang sempat memengaruhi persiapan keterlibatan ORARI.

Menurut Yana, izin penggunaan tanda panggilan atau callsign untuk kegiatan tersebut belum terbit hingga menjelang pelaksanaan. Kondisi itu membuat keterlibatan ORARI sempat terancam batal karena penggunaan frekuensi harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Penggunaan frekuensi tanpa izin resmi merupakan pelanggaran hukum telekomunikasi yang berisiko denda hingga sanksi pidana. Karena itu, ORARI sangat mematuhi regulasi. Namun, alhamdulillah, izin resmi YH1B2J akhirnya terbit pada pukul 13.30 WIB,” ungkap Yana.

Baca Juga :  Gegara Ini Perumda Tirta Anom Kota Banjar Sampaikan Permohonan Maaf

Ia menjelaskan, keterlambatan perizinan tersebut menjadi pengalaman pertama yang terjadi dalam penyelenggaraan kegiatan setelah adanya pergantian kepengurusan di Kwarcab Kota Banjar. Situasi itu, menurutnya, berkaitan dengan kurangnya koordinasi pada tahap awal persiapan.

Meski demikian, kendala tersebut akhirnya dapat diatasi melalui dukungan ORARI Daerah serta komunikasi dengan para senior dan pembina yang terlibat dalam kegiatan.

Yana berharap pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak agar koordinasi dan persiapan administratif dapat dilakukan lebih awal pada penyelenggaraan kegiatan berikutnya.

Menanggapi persoalan itu, Asep Mulyana mengapresiasi dukungan ORARI Lokal Kota Banjar yang tetap mendampingi anggota Pramuka hingga kegiatan dapat terlaksana.

Ia menilai dinamika dalam persiapan kegiatan seharusnya menjadi pembelajaran bersama untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antarpihak.

“Permasalahan biarlah berlalu, karena dalam setiap kegiatan pasti ada tantangan. Yang terpenting adalah semangat adik-adik sebagai aset bangsa,” ujarnya.

Asep berharap JOTA-JOTI 2026 mampu melahirkan anggota Pramuka Kota Banjar yang terampil berkomunikasi, bijak memanfaatkan teknologi, memiliki karakter kuat, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pramuka tidak hanya diharapkan menjadi pengguna teknologi, tetapi juga generasi muda yang memahami tanggung jawab, etika, dan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital. (Ucup)